Selasa, 13 Maret 2012

Aku Hanya Memiliki-Mu


Apa yang ku miliki didunia ini..?
Apa yang ku punya di dunia ini..?
Keluarga?
Uang?
Sahabat?
Semua akan menghilang dalam badai tsunami

Apa yang ku miliki didunia ini?
Apa yang ku punya didunia ini?
Kekayaan?
Kejayaan?
Kepandaian?
Semua akan hilang dalam kecelakaan yang membuat amnesia dan lumpuh

Lalu apa yang kumiliki didunia ini selain Engkau
Lantas siapa lagi tempat ku berkeluh kesah menangis dan layu selain di depan-Mu..
Kemudian siapa lagi yang akan ku bagi cerita bahagia dan lucu di sepertiga malam terakhirku?

Biarkan semua tak ada.
dan hanya ada Yang Maha Ada
wahai 'Arsy...kapan Dzat yang engkau panggul akan memaggilku..
aku sungguh sangat merindu-Nya

Cinta-Nya yang begitu besar..
terkadang memunculkan kehebohan dalam hati..
bentuk cinta apa yang akan kuberi untuk membalas cinta-Mu ya Illah

Aku terus bergerak...
tapi aku takut bergerak penuh kesombongan,
AKu terus berdzikir,
tapi aku takut tanpa ku sadar hanya lisan saja yang berdzikir..
dan hati ini tak menentu..

Allah...
cinta-Mu yang besar...
Engkau meminta balasan yang sederhana..
tapi aku..
tapi aku selalu dzolim..
selalu aniaya..
dan kufur atas nikmat-Mu.
masih kah aku pantas Engkau sayangi...?
Masih kah cinta-Mu yang Agung pantas untuk-Ku..

Mungkin benar firman-Mu dalam al-Baqarah:216,
"Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui"

Allah..
dekaplah selalu kami dalam kasih dan maghfirahmu...

Senin, 12 Maret 2012

Sajak sang putri

siapapun itu.. dimanapun engkau.. dan apapun itu..
aku ingin bercerita/..
cerita tentang membuncahnya hatiku ..
tentang desiran aliran darah ku ..
tentang berdegub jantungku
dan berkeringat tanganku


rasa-rasanya ini pernah terjadi pada ku...
mungkin 8 atau 9 tahun silam...
yang rasanya nyaris ku lupakan namun masih familier


ini tentang sebuah cerita dalam hidup..
yang banyak orang berkata hal ini membuat hidup terasa hidup
benarkah aku sedang mengalami itu sekarang..


perasaanku kian tak menentu..
namun ku rasa ku mulai sedikit menggusur si zombie dalam aliran darah ku
mataku mulai berbinar
hati ku mulai berwarna biru, sebiru batu lazuli
dan aliran darahku makin mengalir deras seiring dengan degub jantung..



biarkan malam ini menjadi saksi aku tersenyum penuh kebahagiaan
dan bintang dilangit sebagai penghulu aku memilihmu
serta bulan di angkasa sebagai hiasan bunga hatiku yang kian tak mengenal lai halang rintang


Jumat, 09 Maret 2012

Aku - Jogja - Hujan



Hujan...
masih saja datang di waktu yang hampir sama ..
 ditempat yang sama namun dengan keindahan yang berbeda-beda
Ada kalanya hujan begitu lembut dan menenangkan
Namun tak jarang hujan begitu lebat sampai menimbulkan euforia pemandangan seraba putih

Namun yang tak pernah terlewatkan guratan canda tawa ditengah hujan
Hujan di jogja..
Entah mengapa ia begitu indah
Dinikmati dari sudut manapun dan ketinggian berapapun masih menyimpan keindahan yang tak tergantikan

Inikah yang disebut-sebut bahwa hujan adalah rahmat Illahi...
Iya...
Hujan memang rahmat Illahi yang keindahan dan keberkahannya tak pernah terputus-putus

Terkadang muncul pertanyan kecil dihati, 
“kemanakah kupu2 berada saat hujan tiba?”
Di suatu tempat bersembunyi sambil berdzikir mengagumi keindahan ciptaan Illahi mungkin
Sama seperti ku sekarang
Duduk manis di balik kaca , tersenyum sambil sesekali bertakbir atas keindahan di depan mata

Tidakkah bahagia itu begitu sederhana?
Hanya tinggal duduk manis dan membuka mata di sekitar kita
Hujan yang begitu indah, mana sampai hati ini merutukinya
Sinar fajar yang begitu banyak menyimpan rahasia sang bintang saat malam berganti pagi,
Mana mungkin hati ini sanggup melewatkan momentum berharga ini
Kebahagiaan sungguh sangat sederhana
Lalu hal apa yang membuatmu bersedih, kawan?
:)

Rabu, 07 Maret 2012

Karena Anda Begitu Berharga


Menjadi orang dibalik layar sepertinya itu yang cocok untuk saya. Kecenderungan demam panggung, grogi, tremor di muka publik adalah alasan yang yaa cukuplah untuk menempatkan diri di balik layar dalam jajaran pejuang.


Dalam sebuah peperangan, entah Anda prajurit komandan maupun bagian dapur adalah komponen penting. Tak selamanya bagian dapur adalah hal terburuk sehingga semua orang wajib terjun perang. Lalu siapa yang menanak nasi bagi prajurit yang lelah berperang..? Lalu siapa yang merawat prajurit yang sakit setelah terkena peluru? Kemudian siapa yang mempersiapkan prajurit berikutnya.


Ya. PSDM. Departemen / Kementrian / Biro atau apapun istilahnya yang pasti satu. Kaderisasi. Jujur. Awal tau ada istilah ini adalah ketika TDBL (three Days Basic Learning)  BEM KM UGM ketika awal menjadi mahasiswa baru. Kesan pertama adalah "kurang urgent", "kurang penting" , "gak asik".


Tapi rupanya saya salah besar. Justru intinya disitu. Ya. Memang benar advokasi dan kastrat adalah nyawa BEM. Tapi PSDM seperti ibu, garasi, sekolah dan apapun itu. PSDM inilah yang memperhatikan perkembangan setiap kader, tempat berkeluh kesahnya, harus siap dan bisa menerima kader apa adanya dan tempat kembalinya kader setelah ia kelelahan di tengah garis perjuangan.


Tempatnya dibelakang. Tapi tak pernah ketinggalan. Geraknya pelan, tapi penuh perhatian. Langkahnya ringan, namun penuh pikiran. Justru dari sederhana inilah kunci dari seorang kadep PSDM. Berusaha masuk ke setiap kader, menyelami kepribadiannya menemukan celah dimana ia bisa memasukkan nilai-nilai keteladanan baru untuk para kader.


Kesabaran merupakan hal utama yang harus dimiliki seorang kadep PSDM. Karenanya ia harus menghadapi banyak kader dengan sisi keunikan yang mereka miliki. Bersabar menunggunya berkembang.. Bersabar menerima kader yang sedang berproses menuju kedewasaan dan pembukaan pemikiran baru. Adalah bohong ketika seseorang bilang kesabaran pun berbatas, karena sebenarnya ia tidak memiliki batas. Justru nafsu kita lah yang membuat kita memilih untuk tidak bersabar.


Jadi, dimanapun tempat Anda diposisikan adalah bagian dari garis perjuangan. Asal baik tujuan dan niatan kita, keberkahan insyaAllah ada di pihak kita. :))
Semangat Pejuang...!