Tersenyumlah, meski harimu tak seperti yang kau ekspetasikan.
Tersenyumlah, meski harimu tak seperti yang kau doakan
Tersenyumlah, meski harimu tak seperti yang kau harapkan
siapa yang melarang kita berdoa?
siapa yang melarang kita bercerita kepada-Nya?
siapa yang melarang kita tersenyum?
siapa yang melarang kita menangis?
siapa bilang manusia tak boleh menangis?
bahkan hal pertama yang manusia lakukan didunia ini adalah menangis
ya kalau mau nangis, ya nangis aja..
setelah berhenti menangis, ya waktunya senyum
mau senyum ya senyum aja..
masa lalu tanpa kita bawa akan terus mengikuti kita.
berbeda dengan hari ini dan masa depan.
hal yang tak akan bisa kita tau endingnya
hal yang tak akan kita tau arahnya
yang kita lakukan hanya beranjak menggapai hari itu
hari bersejarah kita
hari bersejarah untuk anak-cucu kita.
senyum apapun hari ini
akan membantu kita untuk tetap tenang dan berfikir jernih
senyum kita akan membuat orang tak terlalu khawatir akan kita,
semoga kehadiran kita didunia tak semakin menyusahkan orang2 disekitar kita,,
senyum ikhlas,,
ikhlas lah..
niat yang ikhlas,
agar apa yang kita upayakan bukanlah kesiasiaan semata baik di dunia dan akhirat
Allah mencatat sebagai amal kebaikan dengan ikhlasnya kita..
sungguh merugi yang tercatat sebagai amal keburukan, dikarenakan niat kita yang terkotori, dan kita yang tak ikhlas..
maka saudariku, tersenyumlah semanis madu..
:))
Senin, 22 Oktober 2012
Minggu, 21 Oktober 2012
Brangkas Hujan
siapa yang tak mengenal tetesan air dari langit
yang turun ke bumi dengan anggunnya
menyentuh bumi menyapu debu di dedaunan
siapa yang tak ingat tetesan air dari langit ini
yang naik ke langit dengan bantuan matahari
berkumpul di awan membentuk formasi mendung
siapa yang tak pernah merasakan indahnya tetesan air dari langit
yang membelai lembut tiap hal yang ia temui
membasuh tiap hati yang bertasbih dibawahnya
hari itu,
kita bermain dibawah hujan,
dihalaman belakang rumah menari di basahnya air
tertawa bersama memecah sunyi
baik,
hujan meninggalkan cerita yang tersimpan di aliran air yang meresap ke bumi
hari itu,
kita bergandengan tangan dan hujanpun mengiringi kita
berlari tanpa arah dan tertawa
kita kedinginan dan berpelukan
hati berbicara dengan sinyal yang Allah haturkan dengan istimewa
baik,
hujan meninggalkan cerita yang tersimpan di aliran air yang meresap ke bumi
hari itu,
di kota tua ini,
kita saling merindu satu sama lain,
hujan kembali datang,
seakan tawa kita kembali hadir
kita bergandengan tangan dan berlari
kembali memory enam tahun lalu
ukhti, aku kangen anti...
:))
Farmasi, 20-10-2012
Disebelah mbak yu yang rewel -_-
#ngerusak suwasana deh.
tapi mbakasi mba yu yang udah minjemi lappy --> biar seneng -_-
yang turun ke bumi dengan anggunnya
menyentuh bumi menyapu debu di dedaunan
siapa yang tak ingat tetesan air dari langit ini
yang naik ke langit dengan bantuan matahari
berkumpul di awan membentuk formasi mendung
siapa yang tak pernah merasakan indahnya tetesan air dari langit
yang membelai lembut tiap hal yang ia temui
membasuh tiap hati yang bertasbih dibawahnya
hari itu,
kita bermain dibawah hujan,
dihalaman belakang rumah menari di basahnya air
tertawa bersama memecah sunyi
baik,
hujan meninggalkan cerita yang tersimpan di aliran air yang meresap ke bumi
hari itu,
kita bergandengan tangan dan hujanpun mengiringi kita
berlari tanpa arah dan tertawa
kita kedinginan dan berpelukan
hati berbicara dengan sinyal yang Allah haturkan dengan istimewa
baik,
hujan meninggalkan cerita yang tersimpan di aliran air yang meresap ke bumi
hari itu,
di kota tua ini,
kita saling merindu satu sama lain,
hujan kembali datang,
seakan tawa kita kembali hadir
kita bergandengan tangan dan berlari
kembali memory enam tahun lalu
ukhti, aku kangen anti...
:))
Farmasi, 20-10-2012
Disebelah mbak yu yang rewel -_-
#ngerusak suwasana deh.
tapi mbakasi mba yu yang udah minjemi lappy --> biar seneng -_-
Kamis, 18 Oktober 2012
Taman Kita Bertiga
jika suatu masa pernah bercerita tentang sebuah kisah
antara kita bersama...
mungkin hanya akan ada bunga disana..
beraneka warna dan aroma
meski ada bunga yang layu, namun indahnya taman bunga itu tak terkurangi.
ia terawat dan terjaga..
kita mengingat Allah disini..
bertasbih pun disini..
dan saling menguatkanpun disini..
sekali lagi,
dimensi waktu yang berbicara
antara kita bersama,
tiada kembali taman beraroma
tak ada bunga-bunga disana.
krisan kecil lesu
mawar putih pun layu
dan dedaunan membusuk
siapa yang tak merindu taman kecil kita?
terbayang kita menari bersama kupu-kupu berirama kicauan burung
siapa yang tak merindu taman kecil kita?
yang rajin kita sirami dan siyangi rerumputan liar
siapa yang tak merindu taman kecil kita?
hari-hari kita habiskan untuk membuatnya terus terjaga.
tapi siapa yang mampu menghentikan dimensi waktu?
ia terus bergulir menyeret-nyeret kita dalam arus derasnya
seperti sungai,
alirannya membawa hanyut semua yang ada dan tak akan pernah kembali di tempat semula
taman kecil kita bertiga,
bertiga..
Senin, 15 Oktober 2012
Hanya Aku dan Kamu dan Sedikit Tentang Dia
aku diam-diam memperhatikanmu
dalam diam kesunyian
dalam binar keramaian
mungkin aku benar-benar melihatmu jauh dari itu
melihat flashback lembaran hari yang telah terlewatkan
dalam kesendirian malam aku terus memperhatikan tiap kata yang kau rangkai
dan dalam cinta yang telah kau himpun dengan saksama
inikah yang orang bilang dengan iri dan cemburu?
dalam hening nyanyian hujan, aku merajut benang-senang berserakan dari masa lalu yang ku kumpulkan
terus membentuk payet yang mengagumkan
aku tak bisa memungkiri bahwasanya aku begitu mengagumimu..
wahai hamba Allah yang aku belum sempat memperkenalkan diriku pada mu,
maafkanlah atas segala kelancanganku.
hujan tiada berhenti
alam bernyanyi disambut alunan dzikir alam,
Tuhan, cemburukan ini?
perasaan yang hanya menyisakan luka incisi di hati
wahai hamba Allah yang aku belum pernah bertemu sekalipun,
maafkan atas segala kelancanganku.
seperti tiupan angin yang membawa pergi dedaunan
aku berdiri tanpa arti dalam kebingungan dan kesenduan
merutuki malam kah aku?
wahai hamba Allah yang aku terus melihatmu dalam diam,
maafkan atas segala kelancanganku.
dan terus bergulir dimensi waktu
meninggalkan kisah milyaran manusia
dalam santunnya awan putih di langit,
merekahlah bunga-bunga mawar yang dibasuh embun pagi,
cerita kita akan terus berlanjut, tanpa kita tau akhir seperti apa ia kemudian
wahai hamba Allah yang aku terus terdiam atas mu
maafkan sekali lagi atas kelancanganku
Langganan:
Komentar (Atom)

