kadang dimana kaki kita menapak, tanpa kita sadari ada dimana
ia berjalan, mengikuti putaran waktu
kakiku, kakimu, kaki tak bertuan
mengantar pada ujung dunia
waktu yang tak berujung, tak ada jurang
tak ada selingan
tak ada kata
masing-masing kita bergemuruh dalam diam
sendirian dan sendirian
masing-masing kita tak mengenal
atau dulunya kenal tapi sekarang tak ada pentingnya
kakiku dan kakimu mulai kepanasan
matahari kian mendekat
mana sepanjang mata memandang hanya ada fatamorgana
dan berjejer-jejer manusia berwajah muram
lukaku lukamu, bukan luka kita bersama
sakitku sakitmu, bukan sakit kita bersama
kesendirian yang dulunya pernah beramai-ramai
kesedihan yang dulu kebahagiaan
apalah,
apalah arti dulu aku bahagia,
jika selamanya aku sengsara...
14.23
Lempuyangan