Selasa, 29 Januari 2013

Tomorrow Never Knows #2


Aku terbangun di pagi hari seperti biasa
Selimut hangat menghalau segala hawa dingin
Satu jam lagi matahari naik ke atas
Satu jam lagi hawa dingin ini akan berganti kehangatan

Ku ambil jaket dan memakai sepatu kets kesayanganku
Ku laju kendaraan ke arah barat
Hawa pagi yang lembab

Matahari seperti kemaren
Di langit timur yang sama
Ku ambil langkah kecil dan sesekali berlari
Jalanan ini sudah di ramaikan pedagang dan pembeli di hari libur

Aku makin tersenyum
Karena  matahari bukan lagi fajar
Ia membuat sekelilingku nampak jelas dengan sinarnya
Aku semakin bersemangat

Langit biru dan putih di atasku
Membuatku semakin nampak kecil
Meski aku berlari,ia tetap bisa melihatku
Ada sebuah pesawat melintas di atas kepalaku
dalam hati, "bahkan pesawat nampak kecil di langit"

Tiba-tiba ada yang aneh di udara
seperti salju yang turun dari langit
tapi ini negara tropis, tak ada salju
tapi ini benar-benar tak pantas di bilang gerimis
dari sudut manapun, hujan gerimis selalu membuatku terhipnotis
terhipnotis ke dalamnya hingga tak sadar sampai basah kemeja

Aku berdiri di bawah beringin dan membiarkan diriku menyentuh hujan
Dan seseorang berteriak "Pelangi!"
Dengan sedikit takjub dan tidak percaya aku menoleh ke arah yang di tuju
Memang benar-benar sebuah pelangi di atas sana..
Hal yang sama dan di langit yang sama seperti seminggu yang lalu
Matahari cerah di hari minggu dan gerimis kemudian pelangi

Aku tersenyum dalam diam dan kesendirian di tengah keramaian ini
Ku intip pelangi yang masih jelas garis warnanya itu
Ia benar-benar pelangi

Matahari semakin tinggi
Pelangi melengkung rupanya malu bertemu matahari
Apa pelangi itu lupa?
Karena siapa ia datang ke muka bumi ini?
Bias matahari membuatnya ada di langit
Dan sekarang ia cepat-cepat pergi karena matahari mengetahui kehadirannya

Aku bertanya dalam hati
Akankah pelangi itu akan kembali lagi esok?
Atau mungkin lusa?
Akankah ia kembali dengan spektrum warna yang sama seperti hari ini?
Akankah ia kembali di langit yang sama?
tiada yang tau akan hari esok..

Aku berdiri bagai tersedot pasir bumi
Akankah matahari sehangat ini esok?
Akankah matahari kembali pada sudut langit yang sama esok?
Akankah malam membuatnya hilang atau bersembunyi?
tiada yang tau akan hari esok

Akankah matahari menggandengku di saat aku membuka mata lagi?
Ketika senja ia memutuskan pergi...
aku tak tau hari esok
tapi aku tetap percaya segala yg di putuskannya adalah kebaikan..


Sabtu, 26 Januari 2013

Tomorrow never knows

hari ini ia tersenyum hangat
matahari di timur menghangatkan atmosfer
langit berbentuk gulungan kapas
dedaunan menggulung-gulung diterpa angin

hari ini ia tersenyum hangat
matahari masih di tempat yang sama
langit biru dan putih
bunga-bunga beterbangan di jalanan

jika matahari terbenam...
jika langit bukan lagi biru dan putih
dan dedaunan tenang di atas pohon,
masihkah kau tersenyum?
tiada yang tau akan hari esok

ku petik gitar di bawah akasia
dawainya bergetar menyembunyikan tanganku yang gemetaran
bintang di langit angkasa
dan bulan berwarna merah
akankah  ebgkau hilang dalam fajar?
akankah kau kembali dalam langit yang sama..
tiada yang tau akan hari esok

meski ku menenggelamkan diriku dalam masa lalu
dan menghentikan nafasku agar waktu tak bergerak
tetap saja tiada yang tau akan hari esok

Sabtu, 05 Januari 2013

Hingga Matahari Menjadi Bintangmu

kepada siapa layar ini terkembang, tetaplah bersinar di angkasa..

dalam suatu masa menggariskan pertemuan antara kita,
dalam suatu takdir yang telah di tetapkan dalam hati para pejuang
hari-hari terwarna orange, kadang menjadi merah gelap, dan tak menutup kemungkinan menjadi warna hitam..
tapi justru itulah simfoni keindahan perahu kita..



kepada siapa layar ini terkembang, tetaplah bersinar di angkasa..
dalam suatu bait waktu perkenalan antara kita,
dalam suatu ikatan yang telah memanggil naluri para penggebrak peradaban
kadang mendung di angkasa dan kadang petir menggema
tapi justru itulah alunan merdu perahu kita


kepada siapa layar ini terkembang, tetaplah bersinar di angkasa..
ini hanyalah sementara, .
hanya sebuah batu loncatan,
perahu yang kita rawat dan kita kembangkan layarnya,
ternyata hanyalah sebuah kerangka dari kayu tua..
bersinarlah di angkasa dan tunjukkan kerangka tua ini kemana jalan menuju kemenangan,
kemenangan hingga tiada kembali ketidak adilan dan kemudharatan..

kepada siapa layar ini terkembang, tetaplah bersinar di angkasa..

#refleksi akhir kepengurusan..
nak...tetaplah bersinar dan nyalakan terus sinar2mu..entah siapapun kelak yang akan menjadi ketua bem dan siapapun yang menjadi kadep2nya..tetaplah bersinar, hingga matahari menjadi bintangmu :))
#my inspiration mb dika, mas luthfi, mas dhama, mas iqbal, mba danur, mb indah, mba nunik, mas elang,mb icha, mas aza, bunda dwinda, bapak ajik, mas imron
#sahabat perjuanganku: ulfa, ungky, kikoy, surya, anggit, dzikri, ratri, anas, nita, nanik, and all