Aku terbangun di pagi hari seperti biasa
Selimut hangat menghalau segala hawa dingin
Satu jam lagi matahari naik ke atas
Satu jam lagi hawa dingin ini akan berganti kehangatan
Ku ambil jaket dan memakai sepatu kets kesayanganku
Ku laju kendaraan ke arah barat
Hawa pagi yang lembab
Matahari seperti kemaren
Di langit timur yang sama
Ku ambil langkah kecil dan sesekali berlari
Jalanan ini sudah di ramaikan pedagang dan pembeli di hari libur
Aku makin tersenyum
Karena matahari bukan lagi fajar
Ia membuat sekelilingku nampak jelas dengan sinarnya
Aku semakin bersemangat
Langit biru dan putih di atasku
Membuatku semakin nampak kecil
Meski aku berlari,ia tetap bisa melihatku
Ada sebuah pesawat melintas di atas kepalaku
dalam hati, "bahkan pesawat nampak kecil di langit"
Tiba-tiba ada yang aneh di udara
seperti salju yang turun dari langit
tapi ini negara tropis, tak ada salju
tapi ini benar-benar tak pantas di bilang gerimis
dari sudut manapun, hujan gerimis selalu membuatku terhipnotis
terhipnotis ke dalamnya hingga tak sadar sampai basah kemeja
Aku berdiri di bawah beringin dan membiarkan diriku menyentuh hujan
Dan seseorang berteriak "Pelangi!"
Dengan sedikit takjub dan tidak percaya aku menoleh ke arah yang di tuju
Memang benar-benar sebuah pelangi di atas sana..
Hal yang sama dan di langit yang sama seperti seminggu yang lalu
Matahari cerah di hari minggu dan gerimis kemudian pelangi
Aku tersenyum dalam diam dan kesendirian di tengah keramaian ini
Ku intip pelangi yang masih jelas garis warnanya itu
Ia benar-benar pelangi
Matahari semakin tinggi
Pelangi melengkung rupanya malu bertemu matahari
Apa pelangi itu lupa?
Karena siapa ia datang ke muka bumi ini?
Bias matahari membuatnya ada di langit
Dan sekarang ia cepat-cepat pergi karena matahari mengetahui kehadirannya
Aku bertanya dalam hati
Akankah pelangi itu akan kembali lagi esok?
Atau mungkin lusa?
Akankah ia kembali dengan spektrum warna yang sama seperti hari ini?
Akankah ia kembali di langit yang sama?
tiada yang tau akan hari esok..
Aku berdiri bagai tersedot pasir bumi
Akankah matahari sehangat ini esok?
Akankah matahari kembali pada sudut langit yang sama esok?
Akankah malam membuatnya hilang atau bersembunyi?
tiada yang tau akan hari esok
Akankah matahari menggandengku di saat aku membuka mata lagi?
Ketika senja ia memutuskan pergi...
aku tak tau hari esok
tapi aku tetap percaya segala yg di putuskannya adalah kebaikan..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar