Rabu, 05 Februari 2014

Tanah Tandus Kami Datang

kami si almamater tiada dua,
bukan karena kami nomor 1 di negeri
bukan karena kami tersohor
tapi kami si almamater tanah tandus nan gersang

kami si almamater tiada banding
bukan hijau juga kekuningan,
tapi ini cukup membuat kepala berpikir "warna apa ini?"
ini warna tanah tandus nan gersang

kami si almamater bercap bunga teratai,
hanya sesaat kebanggan mengenakannya
sebelum kami sadar bahwa di pundak kami ada tanggung jawab untuk bangsa
tiada kebanggan selain pengabdian

karena di atas tanah waqaf ini,
pernah ada darah diantara nyawa yang meregang

entah dari mana, seolah kami lansung memahami begitu saja,
bahwa kami-kami inilah ahli waris sah bangsa ini

kamilah air, benih, dan harapan
merawatnya hingga kita semai bersama buahnya
tanah tandus,.. kami datang...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar