Dulu aku tak sabar,
menatap mata yang tak ku tahu milik siapa
senyum yang ku tahu hanya manis
Kata-kata yang tak dapat aku bayangkan
apalagi suara yang belum atau pernah ku dengar
Dulunya aku harap-harap cemas
kapan ia datang
atau aku yang menghampiri
atau kita saling bertemu di jalan
atau entahlah..
Sekarang cerita sabar menjadi khawatir
kisah harap-harap cemas menjadi ketakutan
dulu mawar-mawar bermekaran mewangi
tapi seakan kebun ini tak pernah di tumbuhi olehnya
padahal waktu terus berjalan
kuku-kuku memanjang
kulit semakin menghitam
usia juga bertambah
kapan mimpi anak muda ini terbangun
setidaknya jangan sampai terbangun dalam keriput dan uban
mendapati diri sendiri
di sudut kamar lembab
tapi jangan salahkan cinta yang tak engkau tahu atau engkau sadari
atau memang tak ada cinta di hatimu, gadis.
salahkan kenapa pintu hatimu tertutup siang dan malam
tapi kemana kunci itu berada..?
entahlah..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar