Aku seperti melintasi waktu dengan sebuah kapal transparan
Menembus dunia-dunia yang belum dikenal
Kemudian kembali ke duniaku yang muram
Mendapati diriku agak asing dengan sekeliling
Tapi aku tak bisa memutuskan dimana kelak aku tinggal
Hanya bisa mengunjungi batas-batas dunia walau sebenar
Dunia ini seakan malas berbicara denganku
Aku tertawa dan menangis seperti di negeri dongeng
Tak ada yang ku khawatirkan,
selain aku tak bisa lagi pergi ke batas dunia
Aku ingin kakiku berlari kesana
Tapi udaraku disini
Bukan di sana
Rabu, 15 Oktober 2014
Kamis, 09 Oktober 2014
Random #8
jika ada satu harapan yang ingin terkabul..
aku ingin menjadi kelopak bunga
yang mengayun lembut di telapak tangamu
agar diriku tak pernah melukaimu
meski bosan kau dan mengabaikanku nanti
aku ingin menjadi kelopak bunga
yang mengayun lembut di telapak tangamu
agar diriku tak pernah melukaimu
meski bosan kau dan mengabaikanku nanti
Untold Memory
Hari ini aku bertemu denganmu
Seperti yang kuduga
Kau berada di acara itu
Bergaya pembawa acara di depan banyak orang-orang
Aku senang,
Akhirnya mampu memandangmu dari belakang
Aku tak ingin kau sapa, itu terlalu memalukan
Aku tak ingin berbincang denganmu, itu membuatku semakin malu
Jika sekolah ini adalah saksi,
Maka melangkahlah menuju masa depan
Aku akan menjadi pohon di taman halaman sekolah
Agar kau bisa belajar dibawahku
Kan kuulurkan dahanku agar kau tak tersengat matahari
Kan kugugurkan daunku tepat saat kau ketiduran terlalu lama
Kau terus melangkah,
Seperti yang kuduga
Kau berada di acara itu
Bergaya pembawa acara di depan banyak orang-orang
Aku senang,
Akhirnya mampu memandangmu dari belakang
Aku tak ingin kau sapa, itu terlalu memalukan
Aku tak ingin berbincang denganmu, itu membuatku semakin malu
Jika sekolah ini adalah saksi,
Maka melangkahlah menuju masa depan
Aku akan menjadi pohon di taman halaman sekolah
Agar kau bisa belajar dibawahku
Kan kuulurkan dahanku agar kau tak tersengat matahari
Kan kugugurkan daunku tepat saat kau ketiduran terlalu lama
Kau terus melangkah,
aku tau..
langit muram, langit malam
bintang tiada, rembulan tak nampak
daun berguguran, tanah mengering
pecahan kaca terinjak kaki, berdarah
sudah gelap, tak nampak mana yang lara
aku tau kau disana,
bintang tiada, rembulan tak nampak
daun berguguran, tanah mengering
pecahan kaca terinjak kaki, berdarah
sudah gelap, tak nampak mana yang lara
aku tau kau disana,
rintik hujan
rintik hujan yang kau nanti
masih terperangkap di awan
ada gerbang mengikatnya kencang
dan angin yang membawanya pulang
rintik ini, rintik air mataku
An-nahl, 9 10 14
19.00
An-nahl, 9 10 14
19.00
Langganan:
Komentar (Atom)