sore itu akhirnya kau datang juga
setelah sekian lama kita tak bertemu dan tak bersua
bukan karena keterbatasan
tapi karena kita marahan
aneh, kita terlalu sering marahan dan sering lupa alasannya
tapi cerita kita mengalir begitu saja
entah jalan cerita apa yang mengantarkanmu kepadaku kala itu
meski aku harus lama menunggumu
atau mungkin terlalu lama kita menunggu hujan reda
aku ingat, sangat lebat kala itu sampai-sampai aku tak bisa melihat seberang jalan
dan kita menunggu sangat lama
tapi baik aku maupun kamu sama2 menunggu
terjebak tak bisa kemana2
pilihan kita adalah menyerah pada hujan
dan jalanpun terbuka, hujan tak lagi ada
meski langit tak secerah kemaren
tapi setidaknya ia berhasil juga mengantarmu padaku
kau nampak lesu
dan aku nampak cuek
ya, aku bahkan harus menghadapi kenyataan kau menjinjing banyak barang layaknya selles produk
but you say that is the best performent ever
aku hargai
dan sedikit aku akui
ya ya meski kau harus menenteng bawaan yang tak terduga itu
meski rencana awal adalah kau akan bercerita layaknya gumpalan asap kereta uap
yang menggebu2 dan meraung-raung,
tapi pada kenyataannya aku mengambail alih laju kendali sekali lagi
daaaan, sekali lagi aku mendominasi dengan cerita
dan kau tertawa sana sini
kemudian kejutan belum berakhir
saat keadaan dimana kau haarus sekali lagi bersamaku
sesuatu yang tak terduga lainnya
dan sejujurnya tak pernah aku harapkan
saat 2 jam aku harus lalui bersamamu kembali
saat yang tak pernah aku lakukan dengan yang lain
tapi aku tak bisa melakukannya jika tak ada kamu
kamu terlalu baik atau apa
aku juga tak tau
dan sekali lagi kita menyerah pada arus yang akan membawa cerita kita
sekali lagi aku terperangkap pada masa lalu
aku ingin menjauh darimu
dan tetaplah begitu
kenangan ini biar kusimpan saja sendiri
hari-hari bodoh dan setengah tolol
yang penuh tawa dan kejutan
meski kadang amarah juga ada
tapi aku yakin saat itu kau juga merasakan bahagia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar