Sore hari di temani lembayung senja langit di ufuk barat. Dan rerumputan Illah yang mewangi khas, bertasbih bersama dalam suatu majelis thalabul ilmi. Sebuah kebutuhan asasi dimana ruhiyah di charge setelah seminggu di medan ujian.
Sebuah senja dimana malaikat mendoakan kebaikan para hamba yang berkumpul atas nama-Nya. Senja yang membuat hati ini sedikit membuka kembali lembar mushaf pada surah 49. Al- Hujurat.
ياَاَيُّهَاالَّذِيْنَ امَنُوْالَاتُقَدِّمُوْبَيْنَ يَدَيَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاتَّقُوْااللهَ اِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui”.(Al-Hujurat: 1)
يَااَيُّهَاالَّذِيْنَ امَنُوْالَاتَرْفَعُوْااَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَاتَجْهَرُوْالَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ اَنْ تَحْبَطَ اَعْمَالَكُمْ وَاَنْتُمْ لَاتَشْعُرُوْنَ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari”. (Al-Hujurat : 2)
اِنَّ الَّذِيْنَ يَغُضُّوْنَ اَصْوَاتَهُمْ عِنْدَرَسُوْلِ اللهِ اُولئِكَ الَّذِيْنَ امْتَحْنَ اللهُ قُلُوْبَهُمْ لِلتَّقْوَى لَهُمْ مَّغْفِرَةٌوَّاَجْرٌعَظِيْمٌ
Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hari mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar”. (Al-Hujurat : 3)
اِنَّ الَّذِيْنَ يُنَادُوْنَكَ مِنْ وَّرَائ اْلحُجُرَاتِ اَكْثَرُهُمْ لَايَعْقِلُوْنَ
Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar (mu) kebanyakan mereka tidak tahu”. (Al-Hujurat : 4)
وَلَوْاَنَّهُمْ صَبَرُوْا حَتَّى تَحْرُجَ اِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًالَّهُمْ وَاللهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Artinya : “Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu ke luar menemui mereka sesungguhnya itu adalah lebih baik bagi mereka, dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang”. (Al-Hujurat : 5)
Hati mana yang tak tersentak olehnya. Bahkan untuk sebuah adab istiadab dalam sebuah syuro pun di atur olehnya. Bagaimana islam meninggikan posisi seorang pemimpin dengan tidak berkata keras ketika sedang majelis. Karena bagaimanapun posisi pemimpin bukanlah posisi yang mudah dengan menyatukan berbagai kalangan, pandangan, dan segala penjuru kepentingan untuk kemaslahatan umat. Bagaimana kita harus memenejemen emosi kita dengan bersuara rendah, dan mengutamakan kebaikan bersama bukan emosi semata yang berselubung "cinta karena-Nya"
Bahkan mekanisme izin dari sebuah forum pun Allah mengaturnya. “Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar (mu) kebanyakan mereka tidak tahu”. “Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu ke luar menemui mereka sesungguhnya itu adalah lebih baik bagi mereka, dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang”. (Al-Hujurat : 4- 5)
Maha Suci Allah dengan segala kesempurnaan-Nya hingga detail sekecil itupun diatur dengan jelas oleh-Nya... Masihkah engkau ragu untuk terus istiqomah di jalan-Nya...?

subhanallah...
BalasHapustinggal diaplikasikan nih,