Kamis, 28 Juni 2012

Peran Aktif Dokter Hewan dalam Stabilitas Pangan Indonesia


                Dalam sebuah negara memang menjadi suatu masalah pokok adalah ketersediaan pangan atau stabilitas pangan. Dimana konsumsi tiap anak bangsa lebih diperhatikan. Mulai dari kebutuhan pokok pangan, protein penunjang, bahkan kandungan mineral tial hari merupakan hal yang nampak kecil, namun sangat di perhatikan.
                Apa kaitannya antara seorang dokter hewan dan stabilitas pangan Indonesia? Adalah dalam peran aktifnya meningkatkan baik penelitian maupun penerapan keilmuan dalam mencapai produk maximal bahan pangan asal hewan.
                Tak hanya itu. Seorang dokter hewan juga harus memiliki kompetisi di atas meja hijau. Meja hijau disini bukan dalam hal sidang peradilan, namun merupakan meja lobi dan negosiasi. Dimana “godaan” menjadi dokter hewan sangatlah berat. Dimana iminng-iming kekayaan sesaat untuk sebuah di berikan “ijin” untuk satwa buruan, ataupun untuk hal lainnya dilapangan.
                Dokter hewan pun juga tak boleh kalah dengan profesi lain. Ambil contoh dengan peternakan, yang notabenya hanya membidangi bagian olah hasil peternakan. Bukan pada medis veteriner. negeri ini butuh dokter-dokter hewan berpotensi tidak hanya menguasi bidang keilmuwannya saja, namun juga pada bidang keilmuwan lain. Misalnya dokter hewan yang mengerti tenttang hukum-hukum di negeri ini. Bahkan minimal dokter hewan harus bisa memetakkan perpolitikan di negeri ini. Bukan seorang ilmuwan yang mudah di politikin.
                Tujuannya bukanlah pada politik praktis. Namun de05  mencapai tujuan bersama. Indonesia memuliakan satwa, Indonesia memiliki badan legalitas animal freedom, dan minimal kita mampu mempertahankan profesi kita di jalur yang benar dan semestinya.
                Memang. Ini bukanlah sesuatu yang mudah, namun bukan pula sesuatu yang tidak mungkin. Dengan kesadaran yang kita miliki, dan ketulusan niatan yang kita punya, maka tak akan ditunda tujuan tersebut akan kita gapai. Karena sekali niat kita ternoda, maka godaan itu akan terus menjadi suatu penghalang.
                 Disiniah kita sebagai mahasiswa dituntut menuntut ilmu setinggi-tingginya. Tinggi tidak harus sampai jenjang profesor. Kita bisa mengawali dari sekarang. Menanamkan nilai-nilai pancasil dan jiwa kepemimpinan yang sejak dini. Negeri ini sangat membutuhkan dokter hewan dalam skala besar. Dokter hewan berkompetensi tidak hanya dalam bidangnya namun juga dokter hewan yang peduli terhadap profesi, bangsa dan negara. Karena tiada kita bisa menuntut jika sampai hari ini profesi kita masih kalah dengan yang lain, karena memang pada dasarnya kitalah yang tidak berkompetensi ke arah itu. Kita yang tidak mampu menunujukkan bahwa dokter hewan mampu, profesional, dan tak mudah dipolitiki.
                Karena kita adalah jawaban di masa mendatang. Dan kita juga adalah pemutar roda masa.
Viva veteriner......!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar