Dalam sebuah negara memang menjadi suatu masalah pokok
adalah ketersediaan pangan atau stabilitas pangan. Dimana konsumsi tiap anak bangsa lebih diperhatikan.
Mulai dari kebutuhan pokok pangan, protein penunjang, bahkan kandungan mineral
tial hari merupakan hal yang nampak kecil, namun sangat di perhatikan.
Apa
kaitannya antara seorang dokter hewan dan stabilitas pangan Indonesia? Adalah
dalam peran aktifnya meningkatkan baik penelitian maupun penerapan keilmuan
dalam mencapai produk maximal bahan pangan asal hewan.
Tak
hanya itu. Seorang dokter hewan juga harus memiliki kompetisi di atas meja
hijau. Meja hijau disini bukan dalam hal sidang peradilan, namun merupakan meja
lobi dan negosiasi. Dimana “godaan” menjadi dokter hewan sangatlah berat.
Dimana iminng-iming kekayaan sesaat untuk sebuah di berikan “ijin” untuk satwa
buruan, ataupun untuk hal lainnya dilapangan.
Dokter
hewan pun juga tak boleh kalah dengan profesi lain. Ambil contoh dengan
peternakan, yang notabenya hanya membidangi bagian olah hasil peternakan. Bukan
pada medis veteriner. negeri ini butuh dokter-dokter hewan berpotensi tidak
hanya menguasi bidang keilmuwannya saja, namun juga pada bidang keilmuwan lain.
Misalnya dokter hewan yang mengerti tenttang hukum-hukum di negeri ini. Bahkan
minimal dokter hewan harus bisa memetakkan perpolitikan di negeri ini. Bukan
seorang ilmuwan yang mudah di politikin.
Tujuannya
bukanlah pada politik praktis. Namun de05 mencapai tujuan bersama. Indonesia memuliakan
satwa, Indonesia memiliki badan legalitas animal freedom, dan minimal kita
mampu mempertahankan profesi kita di jalur yang benar dan semestinya.
Memang.
Ini bukanlah sesuatu yang mudah, namun bukan pula sesuatu yang tidak mungkin.
Dengan kesadaran yang kita miliki, dan ketulusan niatan yang kita punya, maka
tak akan ditunda tujuan tersebut akan kita gapai. Karena sekali niat kita
ternoda, maka godaan itu akan terus menjadi suatu penghalang.
Disiniah kita sebagai mahasiswa dituntut
menuntut ilmu setinggi-tingginya. Tinggi tidak harus sampai jenjang profesor.
Kita bisa mengawali dari sekarang. Menanamkan nilai-nilai pancasil dan jiwa
kepemimpinan yang sejak dini. Negeri ini sangat membutuhkan dokter hewan dalam
skala besar. Dokter hewan berkompetensi tidak hanya dalam bidangnya namun juga
dokter hewan yang peduli terhadap profesi, bangsa dan negara. Karena tiada kita
bisa menuntut jika sampai hari ini profesi kita masih kalah dengan yang lain,
karena memang pada dasarnya kitalah yang tidak berkompetensi ke arah itu. Kita
yang tidak mampu menunujukkan bahwa dokter hewan mampu, profesional, dan tak
mudah dipolitiki.
Karena
kita adalah jawaban di masa mendatang. Dan kita juga adalah pemutar roda masa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar