Sabtu, 10 November 2012

Seberkas Kehidupan

suatu sore di antara menumpuknya asam laktat setelah seharian bergelut dengan aktivitas kampus, bersama kita duduk melingkar. mungkin bukan melingkar tepatnya, karena hanya tiga orang disana. formasi apapun raga kita, namun hati dan visi kita adalah satu, Allah.

kita tumbuh dalam media dan dunia yang berbeda, namun apa yang kita cari adalah satu, ridho Allah.

dan karena Allah lah hati-hati ini berkumpul dalam bias perbedaan. mentari di ufuk barat, angin timur semilir membelai kita bergantian, dan langit orange di atas sana lah menjadi saksi janji kita bertiga dan di catat oleh malaikat.

tiada pernah aku lupa apa yang kita ikhrarkan bersama, tiada terlewatkan dalam berkas memory skenario Tuhan saat itu. tiada ku ingat bekas keraguan dan bekas kesedihan di benak kita, tersenyum dalam kepastian, karena kita hanya menggantungkan nasib kepada Allah semata, bahu membahu melangkah bersama,.

sahabat, saudara, teman sejawat apapun definisi kita saat itu, yang pasti kita saling menyayangi dan menguatkan satu sama lain. dengan perbedaan yang Allah buat menjadikannya semakin indah.

sampai tiba saatnya, aku melakukan segala kesalahan. tiada tabayun disana meski sudah ada usaha.

aku rindu saat-saat itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar