Rabu, 21 Agustus 2013

Sisi Lemahku

aku hanya bisa memandangimu dalam diam
tanpa kata
meski jarakmu denganku hanya dua bangku saja
tapi terasa kau ada di belahan bumi sana
jauh tiada camar yang mampu menyebranginya
atau ikan yang mampu menggapainya

aku memandangimu lagi dalam kebisuan
dan kesendirian
kau sebut namaku tanpa menatap
atau menoleh sedikit saja
hanya gesture mu seakan menolak
aku hanya ingin mengulang kembali suara itu

meski tak terdengar merdu
tapi aku baru menyadari suara beratmu
aku tak mampu mengingat lagi selain aku harus melupakanmu
hal terlemah dalam diriku
sisi lemahku.



~dalam hati penuh senyuman

Senin, 19 Agustus 2013

Random #6

Terminal maospati ini tak henti lalulalang 
kau datang dan pergi tanpa ada yang peduli 
kecuali kebisingan roda yang terantuk 
bahkan matahari enggan menepi 
menyengat ubun-ubun tiap kali kau melawannya 

tak ada mendung, hanya burung tersesat yang ada 
bangku tak ada yang kosong 
penuh debu dan hamba yang kelaparan 
waktu itu tak lagi sebentar 
semua orang tenggelam dalam bayangan rumah 

aku hanya duduk di bangku kosong yang tak lagi kosong 
menanti seseorang yang aku nanti 
bukan pangeran berkuda putih 
atau rombongan mentri 
hanya seorang laki-laki sederhana membawa 2 helm





~dengan hati penuh syukur

Random #5

Aku memang terwarna jingga, bertaburan bunga, berlangitkan tawa 
tapi dasar bumiku terluka, terkikis,
dan lara 
aku tak bisa bahagia mana luka 
atau luka yang membuatku menjadi bahagia 
ia bukan telaga penyejuk duka 
atau langit biru angkasa 
hanya pecahan kaca peluka 
tiada terduga tiada terfikirkan 
ia menelusup dan merobeka dada 
dan lara 
tapi aku tau telaga ini bukan yang aku maksud



















~dengan hati penuh syukur :')

Random #4

teruntuk hati yang tak mengerti...
aku memang menuliskan warna-warni
tapi aku tak berlari
aku memang menemui rembulan di malam hari
untuk bercerita siang hiruk ramai
namun aku hanya tertegun seorang diri

aku mengucapkan sepatah kata
tiada ku lanjutkan tiada ku sambungkan
aku tutup pintu semampu dahan menguncinya
tapi sinar siang tetap menerobos jendela
hanya bayang tirai tersapu memanjang

aku tak menggantung mimpi di langit senja
atau mengikat bayangan tak terjamah pada dahan

hanya menghanyutkan pada sungai
agar arusnya membawa semuanya pergi, dan tak pernah kembali
terus maju dan melanjutkan angan mimpi

aku tak bicara pada arus,
atau menangisinya dalam mendung

aku memang orang yang berhati warna-warni itu
tapi aku tak berpijak pada bumi yang semu
dan memang Tuhan mengijin aku memiliki hatiku



~2 Agustus 2013
Milad day :')