One hundred days ago you leave me
But you never leave me alone
Its just another destiny, another place,
Our next destination soon
Angka seratus tak akan menutup satupun kenangan kita
Bahkan sampai ia menjadi seribu, sejuta, bahkan satu milyar
Engkau akan tetap seperti dulu
Yang selalu kami rindu
Seribu bintang yang bersembunyi di angkasa
Tak akan mampu menyembunyikan rasa rinduku
Biarlah angin malam dingin hingga ke sumsum tulang
Tetap saja tak mampu membekukan waktu
Kepergianmu hari itu,
Bersama air hujan yang dirindukan bumi
Diiringi sayup sayup adzan maghrib
Dan doa-doa kecil kami
Aku memelukmu yang hangat dan kemudian dingin
Kenangan yang mulai mengkristal
Berputar cepat dalam memori
Tak ada tempat merindu paling indah selain surga Nya
Aku tak mengiringi kepergianmu dengan air mata
Biar senyumku membuatmu lega
Bahwa aku akan baik-baik saja
Aku tak pernah menyesal karena tidak menangis
Aku tak pernah menyesal berdiri sendiri
Aku hanya belum sempat membahagiakanmu
Banyak cerita yang belum aku ceritakan
Bahkan untuk lelaki yang ku cintai belum sempat meminta restumu
Dan aku amat sangat merindukanmu, itu saja
Seratus hari ini , seratus hari hampaku yang pernah ada
~dengan hati yang penuh kerinduan untuk my dearest father ever
Tidak ada komentar:
Posting Komentar