*ini nulis disini karena ms word gw keblokir gegara license nya ketahuan gak punya syedihnya*
Wahyu, J. 2004. Ilmu Nutrisi Unggas. Yogyakarta: Gadjah Mada Univerity Press
Ayam membutuhkan 13 vitamin, paling sedikit 13 unsur-unsur anorganik, membutuhkan khusus 13 asam-asam amino, dan satu asam lemak esensial. Vitamin sangat dibutuhkan karena erat kaitannya dengan pertumbuhan, perkembangan, reporduksi atau kualitas produksi. tingkat zat-zat makanan terutama vitamin harus cukup tinggi, karena kebutuhan vitamin tersebut dibawah kondisi biasa dapat dipengaruhi oleh variasi genetik, faktor lingkungan dan faktor penyakit. faktor-faktor ini meliputi:
1. Latar belakang genetik ayam
2. Kandungan energi ransum
3. Temperatur lingkungan
4. Tipe lantai (kawat atau liter)
5. Zat-zat makanan yang tersedia dalam bahan-bahan makanan
6. kerusakan atau kehilangan zat-zat makanan dalam bahan-bahan makanan atau dalam saluran cerna
7. Adanya lemak yang peroksidatif
8. Cappilaria, Ascaridia, Koksidia dan parasit-parasit usus lainnya
9. Bakteri usus yang tidak dikehendaki
10. Toksin-toksin dari jamur lapangan, aflatoksin atau infeksi primer dari jamur
11. Absorpsi zat-zat makananterhadap koloid dalam bahan-bahan makanan dan dalam saluran usus
12. Kerusakan zat-zat makanan oleh nitrit, sulfit, atau senyawa-senyawa kimia dalam bahan makanan atau air minuman
13. Kerusakan zat-zat makanan oleh cahaya atau radiasi
14. Pengaruh enzim-enzim (kerusakan karoten oleh lipoksidase, thiamin oleh thiaminase)
15. Gangguan absorpsi yang disebabkan oleh rusaknya sel-sel kekurangan lemak yang dapat dicerna. dibutuhkannya empedu dan faktor2 lain yang menggangu absorpsi
16. Saingan absorpsi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan zat-zat makanan dan saingan transportasi aktif dari zat-zat makanan oleh mikroflora usus
17. Biosintesis dari zat-zat makanan oleh mikroflora usus
18. Adanya antimetabolit khusus dalam ransum\
19. Hubungan antara zat-zat makanan (efek ketidakseimbangan terhadap penggunaan metabolik dari zat-zat makanan )
20. Efek hormon
21.Efek penyakit dan cekaman (stres) lainnya
Dari faktor -faktor yang mempengaruhi kebutuhan zat-zat maknan dan yang sangat penting harus diperhatikan adalah hubungan-hubungan antara: (1) makanan dan genetik ; (2) makanan dan penyakit dan cekaman2 lainnya; dan (3) hubugan2 yang menyangkut fungsi2 khusus seperti mempertahankan kualitas telur.
Hubungan2 yang telah diketahui. Hubungan2 yang dapat meningkatkan kebutuhan zat2 makanan adalah: (1) Hubungan antara protein dan energi ; (2) hubungan antara kalsium, fosfor, dan vitamin D ; (3) hubungan antara asam nikotinat dan triptofan ; (4) hubugan antara kolin, metionin, asam folat dan vitamin B12 dalam sintesis methyl dan reaksi-reaksi transmethylasi ; (5) vitamin E, selenium dan sistin dalam mencegah diathese eksudatif dan distrophy otot pada ayam ; (6) efek cengkeraman (chelating) asam-asam amino dan mineral dalam transportasi zat-zat makanan ini; (7) beberapa hubungan antara arginin dan lisin, antara leusin, isoleusin dan valin, glisin dan serin, dan ketidakseimbangan dan antagonisme asam amino lainnya.
Makanan dan genetik. Sifat-sifat yang turun-temurun dari orang tuanya tidak saja diperlihatkan dengan sifat2 luarnya (eksterieur), tapi juga diperlihatkan dengan sifat dalamnya yaitu proses metabolisme termasuk sistem enzim yang bertanggung jawab terhadap sintesis metabolit yang esensial.
Untuk hewan-hewan tingkat itnggi proses metabolisme jelas uniform di antara (among) dan antara (between) spesies. Zat2 makanan yang harus ditambahkan ke dalam ransum sama2 esensial untuk ayam, itik, tikus, babi, kera, dan manusia. variasi2 genetik yang terdapat dalam kebutuhan zat-zat makanan lebih banyak bersifat kuantitatif daripada kualitatif.
Meskipun terdapat variasi dalam hal kebutuhan riboflavin, thiamin atau arginin tapi ayam tidak mempunyai kemampuan untuk mensintesis zat2 makanan ini.
Manusia, kera, marmout, bangsa burung tertentu dan ikan membutuhkan vitamin C, sedangkan hewan lainnya tidak. Ini adalah suatu contoh variasi yang tidak umum didapatkan antara spesies dan di dalam spesies. variasi genetik yang terdapat dalam kebutuhan zat2 makanan untuk ayam adalah terutama mengenai kuantitas sesuatu zat maknaan yang dibutuhkan atau efisiensinya.
Variasi kebutuhan zat2 makanan khusus. Kuantitas beberapa zat makanan yang dibutuhkan bervariasi menurut bangsa atau strain ayam. Tipe berat (heavy breed) sedikit lebih banyak membutuhkan vitamin E untuk mencegah encephalomalacia daripada Leghorn Putih. Leghorn dapat lebih banyak menyimpan thiamin di dalam telurnya daripada tipe berat dengan diberi ransum yang sama. Lamoreauk dan Hutt dapat menseleksi dua strain Leghoen Outih yang mempunyai peka daya (respon) yang berbeda terhadap defisiensi riboflavin.
Perbedaan bangsa telah dilaporkan berbeda pula terhadap kebutuhan asam pantotenat dan piridoksin, dan kebutuhan kolin. Beberapa variasi dalam kebutuhan protein dalam ransum ayam petelur disebabkan oleh perbedaan berat badan dan konsumsi makanan antara bangsa dan strain.
Perbedaan kebutuhan energi metabolisme antar bangsa telah diperlihatkan pada Universitas Guelph bahwa anak aayam Leghorn mempergunakan energi metabolisme dari ransum 3% lebih banyak daripada anak ayam broiler.
Makanan, penyakit dan cekaman (stres). Pertumbuhan industri unggas sebagaian besar bergantung kepada kemampuan ayam2 tahan terhadap sesuatu cekaman sehingga makanan yang diberikan dapat selalu diubah menjadi telur dan daging.. keberhasilan peternak unggas adalah selalu berusaha agar ayam2 yang dipeliharanya terhindar dari gejala kemungkinan cekaman. cekaman dalam segala bentuk selalu menimbukan kesulitan2 dalam peternakan ayam.
Hans Selje mengembangkan suatu teori untuk menerangkan derajat dan macam cekaman. Menurut Salje cekaman tunggal seperti lingkungan yang dingin, defisiensi salah satu zat makanan dalam ransum atau kondisi yang disebabkan oleh penyakit yang ringan mula2 timbul reaksi2 ringan yang akhirnya ayam2 itu atau ternak lainnya dapat beradaptasi terhadap cekaman tersebut. Selje menamakan pekadanya (respon) terhadap cekaman tersebut sindrom adaptasi umum.
Kalau cekaman kronis tidak terlalu besar ternak itu dapat beradaptasi dengan baik. Akan tetapi bila cekaman itu lebih dari satu macam, ternak itu menjadi kurang kemampuan adaptasinya.
Berdasarkan teori teresebut ternak itu dapat hidup dengan baik, meskipun dalam ransumnya sedikit kekurangan vitamin atau asam amino yang dibutuhkan. akan tetapi bila anak ayam yang mengalami kekurangaan vitamin dan asam amino tersebut di atas itu deserang koksidiosis meskipun tidak hebat, akan mengakibatkan kematian juga.
Dalam tata laksana peternakan ayam, cekaman itu harus diusahakan hilang dalam waktu singkat dan hanya satu macam cekaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar