Dibawah terik matahari siang...
Meniup peluit.
Tertawa..
Berpura-pura menjadi polisi lalu lintas.
Mobil-mobilan berlalu lalang...
"Tin..tin..."
Bunyi-bunyian semakin menambah hiruk pikuk siang itu...
Gelak tawa ada dimana-mana...
ah... Indahnya usia 12 tahun..
Sekali lagi..
"Tin..tin..."
Lamunnya tersadar dari dunia angannya..
Ketika membuka mata..
Itu bukan suara bunyi-bunyian.. Itu suara klakson dari sebuah mobil..
Sekuat tenaga..
Menguras pikiran...
"Maju..Maju..."
Masih dalam lambaian tangan kecil ini..
"Terus..teruss...STOOP"
Begitulah suara klakson menariknya kembali dari dunia angannya..
Sebuah sajak..
Sajak isak seorang anak 12 tahun
Memakai rompi kebesaran berwarna orange..
Berkalung peluit putih dileher..
Berleleran peluh
Menerjang takdir , melawan kehidupan.
Sebuah sajak
Sajak tentang garis presipitat waktu..
Yang bercerita tiada ujung dan tiada lelah..
Mata mana yang tak menangis olehnya..
Seharusnya kulit coklatnya ia peroleh saat bermain kejar-kejaran si siang hari..
Peluitnya ia dapat tiup sesuka hatinya , bukan saat ada kendaraan saja.
Nak...
Siapa namamu..
Bolehkah aku duduk disebelahmu,nak..
Bolehkah tangan jelek ini mengusap peluhmu, ..
dan...
Izinkan aku memelukmu....

#Sebuah cerita disudut jogja dengan hati yang menangis.
Jogja, 8 April 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar