Masih dalam gelap.
aku meraba-raba...
terus mencari sebuah lentera untuk mengantarkanku pulang ke rumah..
dalam gelap kesendirian,. terus saja mencari..
tak ada yang mencintaiku!
aku berjalan sendiri!
Sedikit saja aku menurunkan daguku..
aku akan menemukan cahayaku..
andai saja aku menyadari dari awal..
aku akan melihat selama ini ada seorang laki-laki yang mencintaiku dengan tulus
jika sedikit saja aku mau menurunkan ego ku untuk membaca buku petunjuk,
aku tak kan kebingungan begini
dalam cahaya remang-remang
dan kebosanan dalam kegelapan,
aku mulai menyalakan cahayaku sedikit terang..
terperengah!
aku tak pernah menyadari ini..
selama ini ada kedua orang tua ku yang selalu memelukku..
melindungiku dengan penuh perhatian dan terus menjagaku tanpa aku sadari
rupa-rupanya tanpa tersadar mulailah menetes air mata ini
tak disangka cahaya misterius itu malah semakin terang, namun tak menyilaukan
bukannya semakin mereda air mata ini, malah semakin terus menangis..
betapa tidak..
ada sahabat-sahabat yang selama ini terasa tak pernah mau mengerti kita
dan terus saja kita sakiti mereka malah menggenggam erat tangan ini
tanpa ku sadari dan tanpa ku ketahui kehadiran mereka
cahaya misterius itu semakin terang sekarang..
hingga bisa kulihat tempat ku berpijak sekarang..
bukanlah goa gelap tak berujung dan dingin ternyata..
namun bukit pepohonan sejuk dan dialiri sungailah aku berada
tempat yang begitu indah...
bahkan bayanganku pun tak pernah seindah ini..
kemana saja aku selama ini..
hanya sedikit menundukkan hati aku menemukan cahaya Illah
yang diantar kan oleh seorang lelaki bernama Muhammad saw yang cintanya sampai padaku sampai sekarang ini
adalah al-Qur'an,
Perjuangan yang agung dan suci,
Islam, iman, kasih sayang akhlak mulia, kehidupan mulia, pengorbanan, penderitaan yang Rasulullah tanggung
Hanya untuk agar aku mengenal Tuhan ku
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-RAhman [55] : 28)
Dengan berbahan bakar air mata,
aku mempu melihat kedua orang tua ku yang mati-matian melindungiku dan menyanyangikutanpa aku menyadari nya
dan saudara-saudaraku seiman yang terus menggenggam erat tanganku apapun yang terjadi
Mata mana yang mampu menahan kepedihan dan kebahagiaan ini..
Kepedihan karena telah kufur atas nikmatmu..
dan bahagia karen telah engkau ijinkan aku untuk memeluk-Mu
Ya Allah...
ijinkan hamba terus berada di jalan-Mu
Meski tetes air mata yang membanjiri..
Keringat mengalir deras
dan hati terkuras habis,
bukanlah harga yang sepadan dengan cinta-Mu pada umat-Mu
bahkan darahku dan nyawaku bukanlah apa untuk Engkau terus tegak asma-Mu di dunia ini
ya Allah
ijinkan hamba isiqamah di jalan-Mu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar