Jumat, 27 April 2012

NANOTEKNOLOGI menjadi AJANG KOMPETISI


Exposure to free engineered nanomaterials (as opposed to fine particles that are naturally   occurring or that are the incidenta by products of human activities such as combustion or welding) is for the most part still low. So we are well positioned to assess possible risks before nanoparticles become widely used or make their way into the environment in large quantities.
E. Clayton Teague, Director
U.S. National Nanotechnology Coordination Office

Banyak aplikasi sekarang ini yang bersifat nanoteknologi, dimana produk tersebut terdapat pada alat yang mungkin anda sedang gunakan sekarang ini, misal: MP3 Player, atau mungkin pelindung handphone anda yang menggunakan teknologi nano, atau mungkin juga, laptop screen anda yang menggunakan nanotekno sebagai pelindung layar laptop. Jika kita sangkut-pautkan dengan masalah global, dan kesehatan publik, seperti global warming, Flu burung, AIDS, malaria, resisten terhadap anbiotik, atau pengobatan nuklir, —Apakah itu disebabkan nanoteknologi ? Seberapa besarkah kerugian yang kita dapat dari nanoteknologi dan material nano ? lalu, mengapa seluruh dunia menggunakan nanoteknologi bahkan membutuhkan nanoteknologi ?
Nano artinya adalah nanometer yang mana ukurannya mencapai 1 milliar meter (~39 inchi)/10­-9nm, nano berasal dari bahasa Yunani, yang artinya kurcaci, jadi jika dikombinasikan dengan suatu teknologi maka, kurcaci teknologi. Namun, orang – orang lebih dimengerti dengan nano. 1 alasan utama mengapa nanoteknologi merupakan techno yang meledak dengan cepat. Nanoteknologi dapat digunakan di dunia kedokteran/kesehatan, misal ada sebuah artikel yang menjelaskan tentan nanoteknologi yang disainnya seperti laba – laba berfungsi untuk me-repair pembuluh darah pada manusia yang robek. Namun, itu masih dalam prototype tapi itu akan diciptakan untuk kesejahteraan manusia.
Nanoteknologi adalah sebuah technology scale, bukan tipe teknologi dan nano memiliki hak dalam setiap sektor ekonomi, misalnya dalam dunia pengobatan, dunia aplikasi industri, dunia material sains, dunia elektronik, dunia alat komunikasi, dunia kosmetik, mantel, dan lain – lain. Nanoteknologi sudah diperdagangkan/dipublikasikan dan dipatenkan pada tahun 1990-an, menurut data dari WWCS, 2007 hampir 500 produk nanoteknologi dipasarkan di toko – toko. Ini menunjukkan para konsumen sangat membutuhkan dengan nanoteknologi.  Simpelnya peluang untuk mengembangkan nanoteknologi itu sangat besar dan potensialnya sangat luas, dikarenakan ide – ide baru yang dimunculkan harus sesuai apa yang manusia butuhkan untuk sekarang ini.
Nanoteknologi merupakan teknologi masa depan yang sangat berkembang pesat. Nanoteknologi membuka memberikan kesempatan untuk redesign dan penciptaan nanoteknologi lain yang mungkin bisa secara spesifik. Jadi, dunia sangat membutuhkan nanoteknologi. Maka dari itu, ciptakanlah nanoteknologi untuk dapat membawa bangsa Indonesia menjadi Negara yang disebut “Indonesia is Island Nanotechnology” dimata Negara lain.

by. Achmad Yusviansyah H.
Kepala Departemen BUMB BEM KMFKH 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar