Exposure
to free engineered nanomaterials (as opposed to fine particles that are
naturally occurring or that are the
incidenta by products of human activities such as combustion or welding) is for
the most part still low. So we are well positioned to assess possible risks
before nanoparticles become widely used or make their way into the environment
in large quantities.
E.
Clayton Teague, Director
U.S.
National Nanotechnology Coordination Office
Banyak aplikasi sekarang ini yang bersifat
nanoteknologi, dimana produk tersebut terdapat pada alat yang mungkin anda
sedang gunakan sekarang ini, misal: MP3 Player, atau mungkin pelindung
handphone anda yang menggunakan teknologi nano, atau mungkin juga, laptop screen anda yang menggunakan nanotekno
sebagai pelindung layar laptop. Jika kita sangkut-pautkan dengan masalah
global, dan kesehatan publik, seperti global
warming, Flu burung, AIDS, malaria, resisten terhadap anbiotik, atau
pengobatan nuklir, —Apakah itu disebabkan nanoteknologi ? Seberapa besarkah
kerugian yang kita dapat dari nanoteknologi dan material nano ? lalu, mengapa
seluruh dunia menggunakan nanoteknologi bahkan membutuhkan nanoteknologi ?
Nano artinya adalah nanometer yang mana ukurannya
mencapai 1 milliar meter (~39 inchi)/10-9nm, nano berasal dari
bahasa Yunani, yang artinya kurcaci, jadi jika dikombinasikan dengan suatu
teknologi maka, kurcaci teknologi. Namun, orang – orang lebih dimengerti dengan
nano. 1 alasan utama mengapa nanoteknologi merupakan techno yang meledak dengan cepat. Nanoteknologi dapat digunakan di
dunia kedokteran/kesehatan, misal ada sebuah artikel yang menjelaskan tentan
nanoteknologi yang disainnya seperti laba – laba berfungsi untuk me-repair pembuluh darah pada manusia yang
robek. Namun, itu masih dalam prototype tapi itu akan diciptakan untuk
kesejahteraan manusia.
Nanoteknologi adalah sebuah technology scale, bukan tipe teknologi dan nano memiliki hak dalam setiap
sektor ekonomi, misalnya dalam dunia pengobatan, dunia aplikasi industri, dunia
material sains, dunia elektronik, dunia alat komunikasi, dunia kosmetik,
mantel, dan lain – lain. Nanoteknologi sudah diperdagangkan/dipublikasikan dan
dipatenkan pada tahun 1990-an, menurut data dari WWCS, 2007 hampir 500 produk
nanoteknologi dipasarkan di toko – toko. Ini menunjukkan para konsumen sangat
membutuhkan dengan nanoteknologi. Simpelnya peluang untuk mengembangkan
nanoteknologi itu sangat besar dan potensialnya sangat luas, dikarenakan ide –
ide baru yang dimunculkan harus sesuai apa yang manusia butuhkan untuk sekarang
ini.
Nanoteknologi merupakan teknologi masa depan yang
sangat berkembang pesat. Nanoteknologi membuka memberikan kesempatan untuk redesign dan penciptaan nanoteknologi
lain yang mungkin bisa secara spesifik. Jadi, dunia sangat membutuhkan
nanoteknologi. Maka dari itu, ciptakanlah nanoteknologi untuk dapat membawa
bangsa Indonesia menjadi Negara yang disebut “Indonesia is Island Nanotechnology” dimata Negara lain.
by. Achmad Yusviansyah H.
Kepala Departemen BUMB BEM KMFKH 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar