Sabtu, 13 Juni 2015

Random 16

aku ingin
aku ingin melewati masa-masa itu kembali
masa dimana senyum kita menghiasi senja
saling membuyarkan lamunan
dan menggantikannya dengan canda

aku rindu masa ketika aku berlari mengejarmu dan memasang wajah lucu
aku ingin mengulang hari dimana kau buat aku menangis dan kau juga ikut menangis
aku mau kembali pada hari kita berkejar-kejaran di pantai dan jatuh berguling-guling

terlalu banyak masa bahagia yang tak dapat di tukar
rekaman suara tawa kita masih melekat kuat dalam memori
betapa berharga kenanganmu

jika masih bisa ku raih masa-masa itu
untuk hari esok, hidup bersamamu, bersama senyum dan air matamu

Rabu, 10 Juni 2015

Seorang itu Seseorang

aku tak mau menyebut siapa ia,
ia bukan seorang teman dekat, hanya seorang teman
yang melihatnya seperti mengingatkanku akan diriku yang dulu
meski mungkin berbeda namun ia cukup mengingatkanku

sekarang ia seperti di posisiku dulu dan aku di posisi sahabat2ku dulu
sedikit bernostalgia dan sedikit memulai untuk memahaminya
seseorang itu seseorang yang ingin dirinya ditarik dari tempatnya sekarang
seseorang yang berasa berada dikegelapan dan bisa lebih gelap lagi
hanya ingin keluar dari sana saja
meski ia sendiri yang membuat dunianya gelap

tapi, aku rasa sekarang aku berada di ruang gelap itu
dunia yang mulai meredup
seiring dengan senyum palsu atau senyum lenyap
dunia yang mulai redup dan bisa lebih redup
matahariku, matahariku
aku ... aku hanya membayangkan saja

ia ada di masa laluku, itu pasti
ia ada sekarang, pasti
ia ada di masa depan, itu mungkin sajaa
ituu .. ituu saja...

....

aku masih belajar ..
belajar menuliskan perasaanku
agar ia tak berbuntut depresi seperti dulu
aku belum menemukan satu cara untuk .. untuk jujur ..
meski hanya pada diriku sendiiri

Minggu, 24 Mei 2015

24 Hari Menuju Ramadhan

24 hari lagi menuju ramadhan, bulan suci umat islam. Dimana 1 bulan mengumpulkan bekal untuk setahun kedepan..

ramadhan. hari-hari yang amat di rindukan. dimana tiap amalan dilipat gandakan ganjarannya, tiap setan di belenggu oleh Allah, dan hanya ada nafsu manusia di dalamnya. semoga kita termasuk dalam manusia yag dapat menahan nafsu buruk.

malam-malam teduh, nuzulul qur'an, malam-malam penuh syahdu seakan tiap detik terlewatkan adalah detik-detik penuh kedamaian. ahh ramadhan

aku rindu saat perut ini lapar, aku rindu saat2 penduduk terbangun pukul 2 malam, merindukan suara tadarus dimana-mana, dan berlomba-lomba dalam hal kebaikan.

malam-malam istimewa di 10 hari pertama, dimana hari-hari penuh rahmat. 10 hari berikutnya penuh dengan ampunan, dan 10 hari terakhir terbebas dari api neraka..

rindu malam-malam saling membangunkan dan menguatkan untuk melanjutkan dzikir dan tilawah. karena masing-masing kita mengharap malam lailatul qodr, yaitu satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

rindu rindu rindu...

ramadhan akan segera tiba. semoga kelak kita berjumpa dengannya. amien

Jumat, 17 April 2015

im loser

oke, ini mau curhat ..
tentang gw yang gagal paham diri gw
rasanya jadi orang bego banget, ini itu gak paham
gak ngerti, lelet, lemot
gw gak ngerti apa bagusnya diri gw
gw berusaha tapi masih gitu2 aja
di dunia perkuliahan juga begitu,
udah ngrasa pede, tetiba jbret...
gw ternyata ga ngerti apa2
ga ada yg gw kuasain kayaknya nih
nilai bener2 pas2an

masalah percintaan juga
rumitnya bukan karena gw ga nikah2 atau apalah
tapi gw juga gagal paham siapa sebenernya yg gw suka
itu sejak gw putus ama mantan, sejak itu gw gak pernah paham siapa yg gw suka
bukan karena ga bisa move on dari mantan
tapi sejak putus gw gak terlalu ambil pusing masalah begituan

gw judge diri gw suka ama si A
tapi temen deket gw bilang itu tak lebih dari kagum
aish,,...
ituuu terlanjur si A kadang gw kasih feedback code pulak
mana si A emang temen dari lama pula
hambohlah

giliran sekarang gw yakin sama perasaan gw suka sama si X
tapi gw gak ngerti dan ga pingin ngerti perasaan si X
gw ngerasa hopeless dan loser
karena si X tipe yang fokus karier
dia yang males mikirin "beginian" dan suka belajar belajar
disitu saya merasa sedih
bukan karena cinta sebelah tangaan, tapi karena liat si X bikin gw ngerasa bego, oon, idiot
loser banget
gw malu ama perasaan gw
ama orangnya apalagi
bisa-bisanya loser kayak gw punya hati ama dia
how pity im

okey,
sejenak rasanya jauuhh dari si A dan si X
jauh dari pandangan dan jangkauan mereka
huft
semoga pasca kampus keturutan begitu

ini emang notes curcol abis
bahasanya amburadul kayak suasana otak gw
tapi baiknya
gw bukan tipe cewek melankolis yang gampang kebawa perasaan
gw masih rasional dan logis
sampe2 di katain temen deket gw "mati rasa"
hambohlah
that is me, loser..

Minggu, 08 Maret 2015

ijinkan aku menyimpannya dalam kenangan

sore itu akhirnya kau datang juga
setelah sekian lama kita tak bertemu dan tak bersua
bukan karena keterbatasan
tapi karena kita marahan
aneh, kita terlalu sering marahan dan sering lupa alasannya
tapi cerita kita mengalir begitu saja

entah jalan cerita apa yang mengantarkanmu kepadaku kala itu
meski aku harus lama menunggumu
atau mungkin terlalu lama kita menunggu hujan reda
aku ingat, sangat lebat kala itu sampai-sampai aku tak bisa melihat seberang jalan

dan kita menunggu sangat lama

tapi baik aku maupun kamu sama2 menunggu
terjebak tak bisa kemana2
pilihan kita adalah menyerah pada hujan

dan jalanpun terbuka, hujan tak lagi ada
meski langit tak secerah kemaren
tapi setidaknya ia berhasil juga mengantarmu padaku

kau nampak lesu
dan aku nampak cuek
ya, aku bahkan harus menghadapi kenyataan kau menjinjing banyak barang layaknya selles produk
but you say that is the best performent ever
aku hargai
dan sedikit aku akui
ya ya meski kau harus menenteng bawaan yang tak terduga itu

meski rencana awal adalah kau akan bercerita layaknya gumpalan asap kereta uap
yang menggebu2 dan meraung-raung,
tapi pada kenyataannya aku mengambail alih laju kendali sekali lagi
daaaan, sekali lagi aku mendominasi dengan cerita
dan kau tertawa sana sini

kemudian kejutan belum berakhir
saat keadaan dimana kau haarus sekali lagi bersamaku
sesuatu yang tak terduga lainnya
dan sejujurnya tak pernah aku harapkan
saat 2 jam aku harus lalui bersamamu kembali
saat yang tak pernah aku lakukan dengan yang lain
tapi aku tak bisa melakukannya jika tak ada kamu
kamu terlalu baik atau apa
aku juga tak tau
dan sekali lagi kita menyerah pada arus yang akan membawa cerita kita

sekali lagi aku terperangkap pada masa lalu
aku ingin menjauh darimu
dan tetaplah begitu
kenangan ini biar kusimpan saja sendiri
hari-hari bodoh dan setengah tolol
yang penuh tawa dan kejutan
meski kadang amarah juga ada
tapi aku yakin saat itu kau juga merasakan bahagia

Random 15

aku ingin kau menjauh,
terus menjauh seperti sekarang
tak pernah menampakkan meski hanya bayangan saja
andai kau bawa serta kenangan bersamamu~

Random 14

mencintai dalam diam hanya ada aku dan diam
meski bibir ingin memanggil namanya
meski perasaan selalu terbawa olehnya
meski cemburu juga harus diam
aku mau menumpuk emas
hingga bisa kugunakan membeli tiket ke surga

Sabtu, 07 Maret 2015

Random 13

hal yang tak ku harapkan adalah bertemu denganmu
hal yang tak ingin terulang aadalah mendengar suaramu
aku masih mau sendiri
hanya ada aku dan Rabb ku

setiap scane kehidupan yang sudah terlewatkan
aku sangat menyukai kenangan hari-hari itu
saat hujan petang selepas isya'
dan lampu-lampu temaram bersinar
pepohonan nampak syahdu
dan bau tanah basah
kemudian engkau datang dengan senyum diwajahmu
adalah saat-saat yang aku rekam baik-baik

aku tak bisa kembali ke waktu itu
tapi ku harap kebahagiaan sederhana itu akan terulang lagi
disaat janji sudah terucap

hey, tak sadarkah kau bahwa aku encintaimu?
sejak entah kapan ada rasa itu
rasa tak terduga
rasa yang tak kuhaapkan
tapi aku bersyukur orang itu adalah engkau
engkau yang tak pernah mengerti perasaanku

andai kau menangkap senyum tulusku
menangkap segala kekhawatiran yang membuncah dihatiku
dan segenap perhatian yang tak kuucapkan
tapi kumohon, menjauhlah dariku
aku tak mau terbuai terlalu lama saat bersamamu

Jumat, 06 Maret 2015

Random 12

dan aku harus melihatmu lagi
cerita yang kuharapkan
tapi ingin ku ingkari

Random 11

biasanya kamu disini disebelahku
tertawa berbagi cerita
seringnya aku yang mendominasi
tapi kau senang-senang saja

kemudian saat kita menyadari ini terlalu berlebihan
amaka jarak adalah jawaban kita
biarkan langkah kita menjauh
kemudian disusul hati yang kian menjauh
tapi aku selalu ingin dekat denganmu dalam doa

Kamis, 05 Maret 2015

cerita sore

apa yang bisa manusia harapkan dari sesama manusia,
apakah tidak jera ia sudah berkali-kali mendapat sakit hati dan kecewa?
tidakkah ia lelah dengan hal-hal menyebalkan dan mengencangkan urat kepala?
aku juga tak tahu, karena aku sebagian dari "manusia" itu

padahal jika berpikir sekali lagi
siapa yg memberi pertolongan?
diri sendiri? orang lain?
bukan. yang memberi pertolongan itu Allah
hanya terkadang lewat diri sendiri atau dari orang lain
Allah adalah dibalik semua kemudahan dan kesulitan itu berada
lantas yang manusia lakukan itu hanya mengiingat-Nya saja
mengingat Dzat pemberi pertolongan


~dengan bermaksud menghibur diri dan bermuhasabah

Senin, 23 Februari 2015

ada dan tiada

judulnya cuma kamuflase, sebenernya sama kok intinya kayak postingan sebelumnya, "curhat" (lagi). hehe...

kali ini mau curhat tentang mahkluk "cermin" diri kita, yaitu teman. definisinya benar-benar sesuka hati kita dah. mau mendefinisikan ia adalah "pemakan temen"-lah, "bahu gratisan"-lah, apapun itulah... what u think is what u feel. tapi pastinya definisi teman kalau menurut rasulullah itu adalah orang yang kalau ingin kenal kita bisa dilihat dari dirinya. ya macem tu lah.

sejatinya kenapa kita disuruh punya teman, atau jeleknya2 naluri kita pingin punya teman, yaaa karena hidup ini gak gampang bro.. keseringan  lupa dari pada inget. keseringan bikin dosa dari pada pahala.. nah, teman ininih yang nantinya jadi toa di kuping kita biar ingatin saat kita salah...

itu doang? kagak bro.. kalau kita masuk surga, pasti barengan temen kita.. ga ada cerita ahli ibadah temenan baek sama ahli neraka.. ga akan nyambuuung sob....

eh gitu dlu aja lah curcol nya, perpus nya dah mau tutupp

see uu


curhat aja

ada begitu banyak manusia lupa yang masih tak menyadari bahwa ia lupa. ia lupa siapa dirinya, dari mana ia tinggal, bagaimana dia bisa hidup, bahkan apa tujuan hidupnya saja sering ia terlupa. karena yang nulis juga bagian dari manusia lupa itu sendiri.

karena sejatinya seberapa kuat memori itu menancap adalah seberapa penting hal itu untuk kita, ya walau pun terkadang masih saja kita terlupa padahal sudah amat sangat diingat.

sebut saja ridho Allah. yang mengawetkan ingatan manusia, sebersikeras apapun dan bagaimanapun kita ingin ingat, kalau Allah tak mengijinkan ya tak akan kita ingat. nah, disini letak lupa kita lagi, kadang kita terlalu merasa "sendiri", "single fighter", blablabla apapun itu untuk menghibur segala macam rasa yang gak enak itu. padahal selalu ada Allah. selalu ada Allah. selalu ada. bahkan disaat kita lupa, Allah selalu ingat kita.

so, sahabat.. jangan terlalu menyepelekan walau itu mungkin hal sepele... dan jangan terlalu menyalahkan diri kalau sudah berusaha keras tp tetep aja lupa. dan itu berlaku untuk murajaah, pelajaran, dll.

:))

Senin, 09 Februari 2015

Belum terlambat untuk kita berdua

Aku tahu ini yang terbaik. Tapi sebentar.. Sebentar saja.. Aku butuh kekuatan.. Ah mengapa ia masih tersenyum seperti itu, membuatku semakin sulit mengatakannya. Tapi harus!!

Isan..”

Iyaa...?”, ia menungguku.. Ia menungguku berbicara.. Tapi setelah semua usahaku hanya namanya yang berhasil keluar. Aku harus bagaimana. Tapi aku harus mengatakannya

“mmm...”

Ah keluarlah kata.. Satu.. Dua... “Bismillah..”

Aku rasa kita harus kembali ke jalan yang benar”. Lega

Akhirnya keluar juga kalimat itu. Tapi aku tak berani menatap dia. Aku memilih mengerutkan alis, mengatup bibir rapat-rapat dan menunduk.

Satu detik.. Dua detik.. Hening. Ku beranikan menatapnya sekilas. Dan dia hanya terdiam dan melihatku lekat. Aku sama sekali tak tahu apa yang ada dalam pikiran kekasihku ini. Tak ada yang bisa kurasakan selain desiran darahku yang naik turun, napasku yang tercekik, dan hawa panas dingin yang merayap. Aku masih tak berani menatapnya.

Dia masih diam, dan aku semakin khawatir jika perpisahan yang ku mau berujung prahara. Aku mau mengakhiri kisah cinta monyet ini segera. Dan kembali menjadi Sasa yang santun dan sholihah. Aku juga mau ia kembali menjadi Isan yang cerdas dan sholih lagi.

Aku dengar dia menghela nafas. Dan kuberanikan menatapnya sebentar. Aku yakin ia tahu arti kalimat perpisahanku itu, ya.. Aku yakin ia memahaminya. Hanya sajaa.. Memang ini sesuatu yang sulit untuk kami. Kembali ke jalan yang benar”, setelah menoreh banyak dosa.

Tapi.. Ah tapi.. Sepertinya jiwa muda kami yang penuh api asmara ini seakan meraung-raung minta dituruti. Padahal logikaku mengatakan itu salah. Atau sebenarnya ini adalah salah satu godaan setan yang menginginkan kami terus-terusan berbuat dosa dengan status kami “berpacaran”. Ada pembelaan dari diriku yang lain, bahwa kami tak akan sejauh pacaran seperti remaja-remaja lain yang sampai hamil diluar nikah atau bolos sekolah demi kencan atau hal negatif konyol lainnya. Tapi sekali lagi itu hanya pembenaran. Bukan kebenaran. Nuraniku membenarkan bahwa tak ada yang namanya pacaran sebelum menikah. Aku tahu itu, tapi... Tidak, aku tidak boleh kalah dengan “gejolak jiwa muda” atau apapun yang mengatas namakan untuk pembenaran dari status hubungan yang tak direstui Allah.

Meskipun... Itu juga berarti aku harus kehilangan sosok yang selama ini menghiasi hatiku. Sosok yang selalu ada dalam lamunan dan mimpiku. Sosok yang sudah menggambarkan masa depannya bersamaku kelak.

Ku tatap ia sekali lagi, ekspresinya memang sulit ditebak. Tapi aku tahu ia pasti merasakan hal yang sama. Ia tahu keputusannya untuk berpacaran denganku adalah salah, namun ia sendiri juga bingung bagaimana cara untuk mengakhiri. Jadi salah satu diantara kami memang harus ada yang mengatakannya terlebih dahulu.

Isan...?”. Ku panggil ia sekali lagi.

Aku tak tahu apa yang harus aku katakan”. Jawabnya murung.

Aku bersumpah hanya karena Allah aku mengucapkan tadi. Bukan karena yang lain.”

Ku lihat ia semakin menunduk lebih dalam. Apakah aku mengatakannya terlalu keras hingga sulit ia terima? Entahlah... Aku hanya sedang berusaha mengikhlaskan setiap janji-janji dimasa depan yang telah kami buat.

Ku pandangi lagi ia, dan ada penyesalan saat aku juga mengatakan suka padanya dahulu. Tapi bagaimanapun hal itu sudah menjadi masa lalu yang tak bisa diubah. Dan bukan salahnya yang menyatakan cintanya padaku dahulu, karena salahku juga membalas cintanya. Jadi kami masih memiliki masa depan untuk sama-sama kembali ke jalan Allah yang benar.

Aku … Aku perlu waktu untuk melepasmu..”

Hanya itu yang kudengar darinya sebelum ia memutuskan beranjak dari bangku taman sekolah ini. Kemudian senja mengantarkan bayangannya pergi.

Sasa, apakah kamu sudah melakukannya”. Entah dari mana Tata muncul dan langsung memelukku. Ya benar, disaat seperti ini kehadiran sosok yang siap meminjami bahunya sangatlah penting.

“iya, Ta.. Semoga ia mengerti”.

Pasti. Aku tahu kalian bisa. Aku tahu persis. Jatuh sekali bukan berarti berlama-lamaan menyanjung sakit, bukan?”

Benar apa yang dikatakan Tata. Aku pernah mengambil satu keputusan yang salah dengan berpacaran dengan ketua rohis, dan sekarang waktu yang tepat untuk segera kembali.

Allah menerima taubatku gak, ya Ta..”

Aku kaget, bukannya menjawab pertanyaanku malah ia menempelkan telinganya di dadaku sambil memegang pergelangan tanganku.

Jantung pasien masih berdegup, nadinya juga normal. Kesimpulannya Allah masih memberi waktu untuknya bertaubat.”

Ah Tata, bisa ya bercanda disaat temannya putus cinta. Oke, semoga jadi dokter beneran deh kelak.

Dan percakapan kami berakhir dengan senyum kecil di bibir kami.


Penulis.
Cik Sasmi. Lahir di Magetan Jawa Timur tahun 1992. Menghabiskan masa kanak-kanaknya hingga SMA di kota kecil itu bersama kedua orang tua dan sepupunya. Mengambil S1 di Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, dan kini sedang menempuh Pendidikan Profesi Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Semasa kuliahnya ia habiskan untuk berorganisasi dan membaca buku. Koleksi buku fiksinya jauh lebih banyak dari buku pelajaran. Ia bercita-cita akan menjadi penerus Taufik Ismail, dokter hewan pecinta sastra.



Sabtu, 24 Januari 2015

hanya saja

hanya saja aku tak menemukan jalan itu
jalan yang membuatku iri padamu
padamu yang mampu menendang gumpalan di hati yang sempat menyumbat tenggorokanmu

aku mau bersua selantang itu
meski hanya di tulisan bukan dilisan
meski di duniaku sendiri bukan di luar sana

ah apa guna semua iri ini
semakin membesarkan gumpalan itu