Kamis, 26 April 2012

Kartini dan Wanita Indonesia

Bagi wanita Indonesia, kartini adalah sosok kebanggaan di antara jepitan budaya yang dinilai kurang memihak kaum wanita kala itu. Dengan pemikiran moderat tentang wanita, kartini menuliskan pemikirannya tentang wanita Indonesia idealnya. Lewat sepucuk surat yang ia kirim kan kepada sahabatnya di Belanda. Satu hal yang diangkat kartini dalam suratnya. Emansipasi. Dan dibukukan dengan judul "Habis Gelap Terbitlah Terang".

Tak heran jika setiap tanggal 21 April berbondong-bondong wanita Indonesia mendandani diri berkebaya rapi dan anggun. menghabiskan segala hal untuk perayaan simbolis sesuai denga tokoh anggun dan pancaran wajah kelembutan.

Lalu siapakah sebenarnya "Kartini" ini?

Hanya saja sedikit membingungkan, ketika di tanya peran Kartini untuk bangsa. berkontribusi nyatakah? mendirikan sekolah khusus wanita yang melingkupi beberapa daerah dan membantu perjuangan kemerdekaan dengan menulis artikel penyemangat di koran seperti Rohana Kudus kah? Atau memanggul senjata di garis depan perjuangan dan disegani Belanda seperti Laksamana malahayati kah?

Tidak salah jika banyak kalangan yang mempertanyakan kembali siapa "Kartini" ini. Dan mengapa di antara banyaknya wanita tangguh di Pelosok negeri ini, hanya ia yang terpilih sebagai tokoh Emansipasi Wanita Indonesia.

Dalam bukunya "Kartini dan peranan Wanita dalam Masyarakat Kita" karangan Prof. Dr. harsja W. Bachtia. Prof Harsja melihat penokohan Kartini hanyalah rekayasa pemerintah Belanda, dan memang yang memberi gelar "Tokoh Emansipasi Wanita" adalah kaum Belanda sendiri. Selain itu kedekatannya dengan kalangan elitis Belanda dan pemikirannya yang banyak mengadobsi Barat. Seperti pemikir Stella Zeehandelaar, seorang perempuan sosialis yang juga menjadi teman kartini berkorespondesi. Besar kemungkinan Stella memasukkan pemikirannya ke kartini. Dan mengapa hanya surat kartini saja yang di terbitkan oleh Abendanon, dan mana surat Stella?

Masih dalam buku yang sama, Kartini adalah sosok yang diciptakan oleh Belanda untuk menunjukkan bahwa barat-lah yang menginspirasi perempuan Indonesia. Gerak politik ini lah yang sukses menciptaka kartini untuk diperingati secara nasional. Bahkan di Belanda, untuk mengenang R.A Kartini dengan menjadikan Kartini sebagai nama jalan di beberapa tempat. Di daerah Utrect ada Kartinistraat, di Amsterdam juga di Venlo.

Alangkah baiknya jika tokoh emansipasi wanita adalah tokoh wanita pribumi yang kuat, tangguh, pemberani dan kuat. Tidak hanya dalam surat dan ucapan saja. Namun kontribusi nyata untuk bangsa dan juga kaumnya. Seperti halnya Malahayati, Laksamana wanita pertama didunia, bahkan ia berhasil membunuh Jendral bengis Cornelis de Houtman . Atau Rohana Kudus, wartawan wanita pertama Indonesia dengan penanya mampu membantu pergerakan bangsa ini menuju kemerdekaan.

1 komentar: