Senin, 29 Desember 2014

Random 10

aku tidak tau kita akan berakhir seperti ini
padahal kita dua orang baik yang dipertemukan
saat ego menjadi palung pemisah
aku tak tahu dari mana harus memulainya kembali

hanya saja aku terus menanti
saat untuk pasir menaikkan palung menjadi rata
dan aku bisa menyeberanginya lagi

Random 9

engkau butuh berapa lama lagi untuk sendiri?
engkau butuh pelarian macam apa lagi untuk sembunyi?
kaki-kakiku entah sampai kapan ia berhenti berlari
dari kenyatan yang masih samar

jalanan masih panjang
tak tau kapan akan bertemu ujung jalan
ujung penantian
ujung kesendirian,
ujung kebahagiaan,
atau ujung kesedihan
entah mana yang akan menjadi ujung

kakiku terus menapaki jalan tanpa mau berhenti
menyeret tubuhku meski kelelahan dan kesakitan
membawa kedunia lama yang semakin melelahkan
tapi aku senang, setidaknya ia mau kedunia seberang
meski tetap menyeretku berjalan didunia lama..

Rabu, 19 November 2014

CINTA SEORANG AYAH ITU




cinta seorang ayah itu ..
ada di tatapannya...
ada di kata yang terkadang ta sanggup ia ucapkan
ada di keringatnya yang lebih cepat dari ucapannya
ada di lelah yang sering terabaikan

perhatian seorang ayah itu...
ada di senyum kecilnya..
ada di air mata yang tak sempat menetes..
ada di gusarnya
ada di pelupuk matanya

stasiun tenaganya di rumah
semangatnya adalah putrinya
penghapus lelahnya adalah istrinya

cinta seorang ayah itu...
ada disetiap perilaku putrinya
patuh istriya
melekat di hijabku,
perilakuku adalah bukti cintanya
pendidikanku adalah bukti pengorbannya
tetes-tetes peluh yang mengalir darinya
adalah pahala-pahala yang Allah anugrahkan

ayahku bukan ATM
yang hanya aku mintai uang
ayahku bukan tukang ojek
yang aku minta antar jemput kemana2
ayahku bukan koki nomor 2
yang memasakkanku saat tak ada ibu dirumah
ayahku itu lebih dari itu,
cintanya yang tak terbatas itu...
biar saat tua nanti aku yang ganti menjaganya
menjadi mesin ATM-nya, tukang ojeknya, kokinya...
dan segala hal indah lainnya

selamat ulang tahun ayahku tersayaang,
tak ada kalimat sayang di dunia ini yang mampu mewakilinya
selain doa-doa kecil ini kepada Tuhan...



Selasa, 18 November 2014

Sciencesosiopreneur, dari Kampus untuk Desa #AksiBarengLazismu

Kampus adalah tempat dimana para anak bangsa belajar dibidang masing-masing sesuai apa yang ingin mereka dalami. Berlatar belakang dari banyaknya riset di kampus yang belum banyak diimplementasikan secara nyata ke masyaraka dan melimpahnya kekayaan Indonesia yang belum sepenuhnya terolah serta SDM yang minim keteramipal. Gagasan ini menggabungkan antara pengetahuan-sosial-wirausaha.

Kabupaten Magetan memiliki wilayah seluas 688,85 km2. Secara administratif terbagi dalam 18 kecamatan, 208 desa dan 27 kelurahan. Terletak di kaki gunung Lawu sebelah timur yang membentang dari selatan ke utara membuat Kabupaten Magetan dikenal mendapat julukan GREEN BELT LAWU atau lingkar hijau Lawu. Secara geografis, Magetan terletak di sekitar 7o 38’ 30” lintang selatan dan 111o 20’ 30” bujur timur dengan ketinggian antara 660 s/d 1.660 meter di atas permukaan air laut. Suhu udara rata-rata di Kabupaten Magetan berkisar antara 16- 20o C di daerah pegunungan dan 22 - 26o C di dataran rendah. Rata-rata curah hujan per bulan tertinggi tercatat 487 mm pada bulan Maret tahun 2010.

Kabupaten Magetan mempunyai beragam potensi perekonomian mulai dari pertanian dan peternakan, perkebunan, serta potensi pariwisata. Hasil pertanian yang dimiliki sebagian besar adalah padi dan ubi kayu. Di bidang peternakan terdata 113.226 ekor sapi potong dan 120 ekor sapi perah. Dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Magetan memiliki potensi yang besar di bidang pertanian dan peternakan, karena memang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Dari hasil pertanian dan peternakan tersebut terdapat produk sampingan berupa limbah peternakan dan limbah pertanian. Limbah dari peternakan dan pertanian memiliki nilai potensi tersendiri yang sampai sekarang petani dan peternak belum memanfaatkan secara maksimal, padahal jika diolah bisa memiliki potensi ekonomis yang tinggi.

Budidaya cacing tanah adalah sebuah gagasan yang kami tawarkan. Berawal dari kelompok ternak cacing di Kabupaten Magetan yang penasaran akan penemuan-penemuan ilmiah tentang pemanfaatan cacing tanah lebih lanjut dan setelah ditilisik dari berbagai jurnal ilmiah memang cacing tanah memiliki prospek kedepan yang bagus. Salah satu yang paling sederhana adalah pembuatan kompos cacing tanah seperti yang dimuat pada artikel ilmiah Tabloid Sinar Tani 2009 dan di web resmihttp://www.litbang.pertanian.go.id/ oleh Warsana, bahwa cacing tanah dapat membantu pembuatan kompos atau yang dikenal dengan casting. Umumnya casting mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman seperti nitrogen, fosfor, mineral, dan vitamin. Karena mengandung unsur hara yang lengkap, apalagi nilai C/N nya kurang dari 20 maka casting dapat digunakan sebagai pupuk.

Selain casting, budidaya cacing tanah juga dapat diambil produknya berupa tepung cacing tanah sebagai imunostimulan dalam pakan udang. Dalam sebuah jurnalAquaculture Management and Technology Vol tahun 2013 oleh Astri Pujiati, Sarjito, dan Suminto menerangkan bahwa penambahan tepung cacing tanah dalam pakan buatan dapat meningkatkan aktivitas ketahanan tubuh sebagai imunostimulan dari udang. Seperti yang telah kita ketahui bahwa pemanfaatan immunostimulan tidak memperlihatkan efek samping negatif pada udang, tidak seperti pada pemberian antibiotik (Anderson, 1992). Pada ikan, telah diteliti dan diterbitkan jurnalnya dalamMarine and Coastal Science Vol 1 tahun 2012 bahwa pemberian supplement feedberupa tepung cacing tanah 100% menghasilkan laju pertumbuhan dan retensi protein yang tinggi pada ikan bandeng.

Kami mengagas untuk membersamai warga tepatnya warga yang telah tergabung dalam Kelompok Ternak Cacing Kabupaten Magetan “Ma’isyatana Mulya“ untuk meningkatkan skill dan memfasilitasi mereka berkembang. Peningkatan skill sangatlah penting bagi masyarakat sebagai bekal awal dari usaha yang kelak akan mereka tekuni dengan cara melakukan pelatihan-pelatihan teknis budidaya cacing tanah hingga proses pemasaran. Pada tahap awal hanya akan dilakukan dua hal, yaitu pembuatan casting dan budidaya cacing. Jika dalam jangka waktu yang kiranya kelompok ternak mampu mengadakan pengadaan barang, maka kami akan melanjutkan dengan pembuatan tepung cacing. Kembali ketahap awal, sebelum melakukan pemekaran usaha, pelatihan adalah kunci utama dan juga pemasaran. Evaluasi dan pembukuan juga menjadi perhatian. Tak menutup kemungkinan dari kelompok cacing ini mampu membuat produk dengan label sendiri untuk dipasarkan.
Besar harapan bagi kami, khususnya saya sebagai penulis untuk mendapatkan pendanaan dari Lazismu untuk melakukan gebrakan usaha dibidang budidaya cacing tanah ini yang bisa dibilang hal yang baru dilingkungan kami. Bukan karena saya menginginkan gelar juara atau hal lain, tapi hati kecil saya tergerak ketika salah seorang dari anggota kelompok ternak tersebut mencari saya di rumah yang ternyata tidak ada karena saya masih di Jogja kuliah dan akhirnya menelpon untuk meminta tolong agar dibantu mencarikan beberapa penjelasan ilmiah tentang budidaya cacing tanah. Sebagai seorang anak bangsa yang beruntung bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, ada beberapa penyesalan tidak dapat membantu atau turut serta semenjak awal. Tekad bulat mereka, dalam hal ini adalah kelompok ternak cacing tanah, yang membuat saya optimis dan bertekad melakukan apapun yang bisa saya lakukan untuk desa saya meski saya tidak bisa intens membersamai mereka secara intens, hal ini tidak merisaukan saya karena saya tidak sendiri. Mungkin jika tulisan kecil ini belum mampu mendapatkan pendanaan seperti yang kami harapkan, hal ini tak akan menyurutkan tekad kami untuk membuat perubahan. Karena memang rejeki tak akan kemana asal kita terus berusaha. Tuhan akan memberi jawaban terbaik atas segala usaha dan doa terbaik dari hambanya.


Daftar pustaka
Anderson, D.P. 1992. Immunostimulant, Adjuvant, and Vaccine Carrier in Fish: Application to Aquaculture. Annual Review of Fish Diseases. 21: 281-307


Biografi penulis:
Anak bangsa asal daerah Magetan Jawa Timur, bertekad merantau mencari ilmu untuk suatu hari kembali sebagai anak bangsa yang lebih bersemangat dalam memajukan Indonesia lewat daerahnya

Rabu, 15 Oktober 2014

Batas Dunia

Aku seperti melintasi waktu dengan sebuah kapal transparan
Menembus dunia-dunia yang belum dikenal
Kemudian kembali ke duniaku yang muram
Mendapati diriku agak asing dengan sekeliling
Tapi aku tak bisa memutuskan dimana kelak aku tinggal
Hanya bisa mengunjungi batas-batas dunia walau sebenar

Dunia ini seakan malas berbicara denganku
Aku tertawa dan menangis seperti di negeri dongeng
Tak ada yang ku khawatirkan,
selain aku tak bisa lagi pergi ke batas dunia
Aku ingin kakiku berlari kesana
Tapi udaraku disini
Bukan di sana

Kamis, 09 Oktober 2014

Random #8

jika ada satu harapan yang ingin terkabul..
aku ingin menjadi kelopak bunga
yang mengayun lembut di telapak tangamu
agar diriku tak pernah melukaimu
meski bosan kau dan mengabaikanku nanti

Untold Memory

Hari ini aku bertemu denganmu
Seperti yang kuduga
Kau berada di acara itu
Bergaya pembawa acara di depan banyak orang-orang

Aku senang,
Akhirnya mampu memandangmu dari belakang
Aku tak ingin kau sapa, itu terlalu memalukan
Aku tak ingin berbincang denganmu, itu membuatku semakin malu

Jika sekolah ini adalah saksi,
Maka melangkahlah menuju masa depan
Aku akan menjadi pohon di taman halaman sekolah
Agar kau bisa belajar dibawahku
Kan kuulurkan dahanku agar kau tak tersengat matahari
Kan kugugurkan daunku tepat saat kau ketiduran terlalu lama

Kau terus melangkah,

aku tau..

langit muram, langit malam
bintang tiada, rembulan tak nampak
daun berguguran, tanah mengering
pecahan kaca terinjak kaki, berdarah
sudah gelap, tak nampak mana yang lara
aku tau kau disana,

rintik hujan

rintik hujan yang kau nanti
masih terperangkap di awan
ada gerbang mengikatnya kencang
dan angin yang membawanya pulang

rintik ini, rintik air mataku


An-nahl, 9 10 14
19.00

Rabu, 24 September 2014

Bukan Cinta Yang Salah

Dulu aku tak sabar,
menatap mata yang tak ku tahu milik siapa
senyum yang ku tahu hanya manis
Kata-kata yang tak dapat aku bayangkan
apalagi suara yang belum atau pernah ku dengar

Dulunya aku harap-harap cemas
kapan ia datang
atau aku yang menghampiri
atau kita saling bertemu di jalan
atau entahlah..

Sekarang cerita sabar menjadi khawatir
kisah harap-harap cemas menjadi ketakutan
dulu mawar-mawar bermekaran mewangi
tapi seakan kebun ini tak pernah di tumbuhi olehnya

padahal waktu terus berjalan
kuku-kuku memanjang
kulit semakin menghitam
usia juga bertambah

kapan mimpi anak muda ini terbangun
setidaknya jangan sampai terbangun dalam keriput dan uban
mendapati diri sendiri
di sudut kamar lembab

tapi jangan salahkan cinta yang tak engkau tahu atau engkau sadari
atau memang tak ada cinta di hatimu, gadis.
salahkan kenapa pintu hatimu tertutup siang dan malam

tapi kemana kunci itu berada..?
entahlah..

Selasa, 08 Juli 2014

Ambang dan Batas

kadang dimana kaki kita menapak, tanpa kita sadari ada dimana
ia berjalan, mengikuti putaran waktu
kakiku, kakimu, kaki tak bertuan
mengantar pada ujung dunia
waktu yang tak berujung, tak ada jurang
tak ada selingan
tak ada kata

masing-masing kita bergemuruh dalam diam
sendirian dan sendirian
masing-masing kita tak mengenal
atau dulunya kenal tapi sekarang tak ada pentingnya

kakiku dan kakimu mulai kepanasan
matahari kian mendekat
mana sepanjang mata memandang hanya ada fatamorgana
dan berjejer-jejer manusia berwajah muram

lukaku lukamu, bukan luka kita bersama
sakitku sakitmu, bukan sakit kita bersama

kesendirian yang dulunya pernah beramai-ramai
kesedihan yang dulu kebahagiaan
apalah,
apalah arti dulu aku bahagia,
jika selamanya aku sengsara...

14.23
Lempuyangan

Minggu, 29 Juni 2014

Random #8

Terkadangpun, air mata enggan menemani
Katanya lelah
Padahal aku ingin ia disini
Setidaknya biar aku lega
Solusi bisa nanti
Waktu pasti lama2 lelah
Dan membisikkan segala rahasianya
Hanya saja, apa si hati ini siap?
Kadang ia suka nglonjak tak sopan
Menentang kata si logika
tapi tetap saja
Kenyataan masih terus berdiri disana

Senin, 02 Juni 2014

Onigiri ala Anak Kost

Beberapa waktu yang lalu sohib gw ujian skripsi, karena udah sohib juga akhirnya gw putisin untuk ngasih sesuatu yang spesial untuk doi. karena sok2an anti-mainstream pula, gw kagak ngasih bunga dan sejenisnya. gw bikinin doi jajanan ala tangan gw..

Bisa dibilang inovasi gw juga sih, karena ini adalah kali pertama gw bikin Onigiri atau Nasi Kepal ala Jepang. tapi kalau kata orang2 di Patklin nyebutnya Arem-arem Jepang (*elaah)..

Namanya juga anak kost, limited edition lah mulai dari bajet dan bahan (*hehe)

Onigiri gw bagi jadi dua, nasi dan isi...

Bikin nasi:
1. Tanak nasi di rice cooker, bisa ditambah garem+gula+potangan2 kecil2 wortel biar tambah cantik. kalau cuma nasi putih aja juga tak masalah,  hanya bedanya nanti dalam pemadatannya saja

Bikin isi:
1. Bawang putih 4 biji ukurang gedhe + gara kasar 1 sdt --> uleg dan goreng
2. Jangan sampai gosong, usahakan warnanya cuma berubah dikit aja, dan masukkan bahan isi. kalau gw sih seadaanya aja, sosis + nugget + wortel. boleh banget mau nambah apapun
3. goreng2 sampai bumbunya kecampur
nb: di proses ini jangan kaget kalau pas ngicipi rasanya bawang banget dan asin beud, itu justru kekuatannya disitu, kan tadi nasinya ga ada bumbunya..

Bikin2..
nah, setelah kelar nasi dan bahan isi, sekarang tinggal sesi perjodohan (*eaaa)..
usahakan nasi putihny masih mengepul alias panas banget, kenapa? tujuannya biar mudah waktu dibentuk2 dan saat di tempeli nori juga langsung lengket. pakai plastik waktu mengepal2 agr nasi tidak pecah atau tangan kita tidak kepanasan.
ambil nasi secukupny aja, kalau mau onigiri yang versi jumbo yaa artinnya nasinya di banyakin, kalau mau versi sekali hap ya nasinya dikit aja...
karena tadi kita make beras biasa alias bukan beras jepang, so kita perlu memadatkan nasinya dulu sebelum di sisipin isi, tapi ingat jangan sampai terlalu padat, itu nanti kalau di makan bakal seret. jadi di padetin sampai dia ga pecah aja..
kalau sudah, di ceperkan dan sisipkan isi onigiri tadi.. wait, jangan kebanyakan.. selain boros, juga rasa bawang dan asinnya akan terlalu mendominasi sehingga rasanya ga imbang,. jadi diisi secukupnya ajaa. tanda2 secukupnya adalah, kita perkirakan kalau kita gigit nasinya langsung bakal gigit isinya, meski ga semua langsung habis. ini bertujuan agar waktu kita gigit bukan nasi hambar yang pertama kita rasakan, tapi rasa onigiri yang sebenarnya... nyamm...
setelah itu silahkan di kreasi mau bentuk apa.. bulet kotak atau apalah ya... dan pasang nori di tempat yang udah kita incer tadi, boleh di kasih hiasan, misalkan smiley atau emot2 lainnya..

Selamat Mencoba...... ~

Untitle

suka nulis tapi ga bisa nulis bagus tuh ... rasanya ....
suka gambar tapi ga bisa gambar bagus tuh ... rasanya..
suka nyanyi tapi ga bisa suara merdu tuh rasanya...
suka nari tapi ancur gerakannya tuh rasanya...
yah lu rasain sendiri deh
gmna lu suka dan campur frustasi ngadepin diri lu dan kesukaan lu

sekalinya nulis, besok di baca gw nya jijay
sekalinya megang pulpen, waktu sadar gambar diliat langsung pingin robek kertas
bikin gerakan di depan cermin, pingin beli cermin baru
dan gw serius kasian orang2 di sekitar gw karna gw paksa dengerin gw nyanyi

oke,
blog ini adalah contoh ketidak stabilan mood gw
usaha keras pencitraan gw
juga usaha keras gw belajar nulis
di bidang puisi lebay yg gw emang demen banget

blog gw, gw minta maap lu jadi ternistakan begini
gw harap hidup lu baik2 aja
#kowekudukuat

Senin, 28 April 2014

Terpaksa saya di ODOJ (*One Day One Juz)

Aku tau Qur’an adalah petunjuk, yang mana harus kita jaga. Baik untuk ruqiy dan juga banyak kebaikan disana. Aku tau,.. tapi aku tak paham. Aku membacanya, dan aku tau kebaikan setelahnya. Tapi sungguh harga istiqomah itulah yang mahal.

Seorang ammah mengajak dan mendaftarkanku di ODOJ ini, dan 590 adalah rumah takdir yang Allah sudah atur. Here we go.. Perjalanan ruqiy-pun di mulai...

Di awali dengan niatan yang lurus, kami bertemu dalam niatan “karena Allah”. Kami tak mengenal, tapi sudah saling mengingatkan. Saya akui saya member nakal, suka khalas di belakang. Kadang kalau dalam perjalanan tak memberi kabar, ada saja.. hp mati, tak ada sinyal, tak ada pulsa, sakit, badan capek gak keruan, walhasil terlelang deh juz saya. Sampai2 saya merasa annoying dgn sms bertubi2. Mana saya tidak suka diteror. Duh ileh, rasanya pingin left saja..

Tapi saya kembalikan pada apa yang membuat saya disini. Dan saya percaya, jika entah azhab atau ujian jika bisa kita lewati maka entah derajat kita dinaikkan entah dosa kita di ampuni, dua2nya sy sama2 tidak tahu. Dua2nya sama2 baik.

Saya luruskan niat. Dan saya paksa diri untuk tidak sekedar khalas, tapi juga khalas di awal waktu. Paksa, memang sepertinya tidak enak. Tapi “terpaksa” dan niat itu berbeda. Sy memandang “terpaksa” nya saya adalah sebuah ikhtiar. Saya tak mau hanya sebatas niatan saja sampai menunggu badan saya mau. Sambil jalan sy akan belajar untuk mau,.

Saya benar2 terpaksa membaca Qur’an. Karena saking cintanya sama Allah. Saya paksa malas, lelah, gak mood dan segala keengganan itu untuk “khalas di awal waktu”.  Saya percaya ikhtiar saya akan di jawab Allah dengan jawaban2 yang tak terduga.

Karena hakekatnya manusia hanyalah berikhtiar dan berdoa, dan Allah yang akan membukakan pintu untuk kita berjalan. “Allah.. hari ini aku terpaksa, terpaksa membaca mushaf, namun sungguh ini bagian dari ikhtiarku, nilailah kemurnian hatiku.. betapa aku mencintai-Mu, semoga esok lebih baik dan mudahkanlah”



Cinta mengutamakan "Yang di Cintainya" di atas dirinya





dedicatet for my sholihah ukhty 590 dan my beloved ukhty yang sudah mengajak dan mendaftarkan saya di ODOJ



terima kasih ODOJ.. Semua yang terlibat, yang manusia lemah ini tak tau siapa saja dan tak sanggup membalas semua nilai2 kebaikan disana. Allah... Allah.. Allah yang nanti akan membalas segala budi semua yang dibalik ODOJ ^____^



Yogyakarta, 13 April 2014 pukul 17:17

Senin, 17 Maret 2014

Temui Aku (Lagi)

Sekarang kita diam
Terkadang berbicara
Saling memandang dan tersenyum
Lalu kita bertengkar dan bersedih
Kemudian kita tertawa
Pada akhirnya kita hanya punya ingatan
Ingatan pernah tersenyum, tertawa, bertengkar, juga bersedih
Penyesalan kita adalah durasi waktu yang kita rasa sebentar
Padahal kita bisa menyambungnya di surga


Waktu Yang Terhenti

Daun tak pernah mencerca angin kala menggugurkannya
Bunga tak pernah merasa tersisihkan kala ia dibuat layu oleh waktu
Dahan tak pernah menangisi tanah yang semakin menjauhi darinya
Atau ilalang yang menguning karena panas matahari tak pernah mengeluh

Karena saat itu kehidupan daun dan bunga berhenti
Bayangan yang biasa terpantul ke tanah,
sekarang tak ada lagi
Menghilang begitu saja

Karena mereka akan terlupakan, sebelum membuat kenangan
Hujan akan menghanyutkan ceritanya
Dan diamnya tanah menjadi saksi hilangnya mereka
Kemudian kehidupan berjalan lagi


Rabu, 19 Februari 2014

Secangkir Kopi

Kau secangkir kopi pada senja hari
Dinanti dan dirindu di atas cawan keramik
Bertubuhkan cangkir kecil warna warni
Pelepas penat kerja seharian ini
Bagai morfin dan heroin
Aku mulai kecanduan menikmati
Tapi kau ini bukan morfin atau heroin
Hanya sedikit kafein
Ya ya ya
Kafein...


Aku dan Bayanganku

angin menggoyangkan pucuk bunga
membawa pula aromanya melayang ke langit
aku hanya mampu memandangimu dari sini

ketika hujan turun membasahimu
membawa kehangatanmu bersamanya
aku hanya mampu memandangimu dari sini

saat mentari subuh mulai mengakhiri malam
engkau terbangun dalam sujudmu yang khusyu'
dan aku hanya mampu memandangimu dari sini

Sekalipun sinar bulan berbaik hati
Mengantarkan bayangananmu kepadaku
namun aku hanya mampu memandangimu saja

Benar,
Engkaulah takdir yang hanya mampu ku pandangi oleh bayanganku
Bayanganku memandangimu dengan seksama dalam keheningan
Terdiam dan diam

Walau aku berjalan, setengah berlari dan terjatuhpun
Bayanganku tak mau beranjak dari tempatnya




Rabu, 05 Februari 2014

Tanah Tandus Kami Datang

kami si almamater tiada dua,
bukan karena kami nomor 1 di negeri
bukan karena kami tersohor
tapi kami si almamater tanah tandus nan gersang

kami si almamater tiada banding
bukan hijau juga kekuningan,
tapi ini cukup membuat kepala berpikir "warna apa ini?"
ini warna tanah tandus nan gersang

kami si almamater bercap bunga teratai,
hanya sesaat kebanggan mengenakannya
sebelum kami sadar bahwa di pundak kami ada tanggung jawab untuk bangsa
tiada kebanggan selain pengabdian

karena di atas tanah waqaf ini,
pernah ada darah diantara nyawa yang meregang

entah dari mana, seolah kami lansung memahami begitu saja,
bahwa kami-kami inilah ahli waris sah bangsa ini

kamilah air, benih, dan harapan
merawatnya hingga kita semai bersama buahnya
tanah tandus,.. kami datang...


Antara Dirimu dan Diriku

antara dirimu dan diriku ada jalan, bernamakan waktu
antara dirimu dan diriku ada sebuah garis, bernamakan takdir

antara dirimu dan diriku seperti rel kereta api,
kita di takdirkan bersama sepanjang waktu,
tapi kita tak pernah bisa bersama sampai ujung dunia

antara dirimu dan diriku, ada jarak fana yang tak terjangkau masa
bergumam pada diam dan hanya ada suara hembusan angin
debu semakin meninggi
berubah menjadi tumpukan pasir
hal tak mungkin adalah memertemukan kedua sisi rel kereta api